Kamis, 24 April 2014
next next next
Senin, 04 Februari 2013 — 10:43:10 WIB

Jasa Marga Mengolah dan Timbun Aspal secara Ilegal

 

Bogor, SENTANAonline.com

PT SARANA Marga Utama (SMU) salah satu pengelola jalan tol terbesar di Indonesia PT Jasa Marga (Persero) mengolah sekaligus menimbun aspal (Aspal Mixing Plant/AMP) secara ilegal dikawasan desa Cimbambuan, Kecamatan Babakan Madang, Bogor Jawa Barat.  Usaha yang berdiri diatas lahan seluas 3000 meter persegi tersebut berada  persis dipintu masuk tol arah Jakarta dari Centul City.

Dalam Hal ini, Sejumlah kalangan menilai pembangunan AMP oleh Jasa Marga adalah sebuah pelanggaran. Pasalnya,  tembok AMP yang berdiri persis dibahu jalan tol akan memberi  resiko keamanan bagi pengendara yang memakai jalan tol.

“Apalagi  bangunan itu harusnya  menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH)  bagi lingkungan disitu, kalau bagi kita sebagai pengendara ya tentu resiko tinggi, kalau  misalnya ada apa apa lalu mobil menabrak tembok yang  harusnya tidak ada,” ujar,   Hermawan Suyudi, salah satu karyawan di Jakarta yang kerap melalui  pintu tol Sentul City.

Hermawan mengaku,  dari sisi manapun adanya AMP dikawasan jalan tol  tentu akan banyak resiko yang ditimbulkan. Belum lagi kalau menghitung resiko pengelohan Aspal bagi warga  sekitar  khususnya pengendara yang  memakai jalan Tol .  “Yang jadi pertanyaan,  apakah benar Pemdanya memberi ijin berdirinya AMP disitu,” tandasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Pemkab Bogor , Yani Hasan mengaku tidak   pernah mendapat pengajuan  berdirinya AMP di area lahan  Sentul City. “ Seingat saya tidak pernah ya kita  mendapat pengajuan atau  mengeluarkan  rekomendasi untuk pembangunan AMP dikawasan  itu,”  jelasnya kepada wartawan.

Aneh nya lagi Salah Satu staf Dari PT SMU Rudy menjelaskan Pada Wartawan, " semua perijinan sedang diproses dan bentar lagi keluar mas, " ujar Rudy.

Sedangkan dari   penelusuran,  sejumlah  keterangan  mengatakan lokasi AMP milik   Jasa Marga ini salah satu dari  sekitar  32 Hektar  lahan yang dibebaskan PT Fajar Marga Permai (FMP) dari pemilik asal beberapa Perkebunan milik pemerintah. Pada tahun 2004 lalu,  FMP dinyatakan  Pailit oleh Pengadilan dan FMP yang  didalamya tercatat ada nama Bambang Tri sebagai Komisaris

 belakangan  berubah  nama menjadi Sentul City.

Pembebasan lahan  hingga 32 Hektar itu dilakukan  oleh Sentul City pada tahun 2000 karena menjadi syarat yang diajukan Jasa Marga agar bisa  membuka pintu masuk dan keluar  tol untuk wilayah Bogor Selatan. Sedangkan permohonan adanya pintu masuk dan keluar tol di Bogor selatan pertama kali diajukan oleh FMP pada tahun 1993 atau 12 tahun setelah jalan  tol Jagorawi selesai dikerjakan.

Namun hingga saat ini belum diketahui persis apakah prosesi pembangunan pintu masuk dan keluar Centul City telah melalui serah terima Surat  Pengalihan Hak (SPH)  oleh Centul City dan Masyarakat kepada Jasa Marga. Masalah ini menjadi   buram apalagi  koordinator pembebasan  lahan saat itu, Ujang Girik telah    meninggal dunia.  Sementara hingga saat ini juga tidak diketahui  apa yang menjadi  dasar  Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) atau Jasa Marga  mengkerjasamakan pembangunan AMP dengan  pihak lain sementara   belum ada rekomendasi apapun dari Pemda.  Sedangkan legalitas tanahnya juga belum diketahui persis apakah sudah memenuhi peraturan.

Untuk Itu Rudy 38 Tahun warga Cipambuan meminta terhadap Dinas terkait sagera meninjau dan tidak memberikan Ijin oprasi nya Pabrik AMP karna akan berdampak terhadap lingkungan di mana kendaraan dari PT SMU nanti nya pasti akan merusak jalan sedangkan jalan kami saat ini sudah seperti kubangan kerbau harapa rudi. (LUK/DDF)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil