Rabu, 16 April 2014
next next next
Jumat, 15 Februari 2013 — 09:21:10 WIB

Kejagung Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Bibit Hibrida

Jakarta,SENTANAonline.com

HINGGA hampir Sepuluh tahun Pemerintahan Presiden SBY,nasib masyarakat kecil tak kuncung juga berakhir.Pasalnya Jatah bibit Hibrida yang diperuntukkan oleh Pemerintah,malah dimakan oleh "Tikus "  pejabat di BUMN.

Hal tersebut ketahuan,setelah dengan jelas Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung RI,Untung Setia Arimulyadi mengatakan kepada para wartawan,bahwa dalam kasus korupsi bibit hibrida telah ditetapkan sebanyak 6 ( enam ) orang tersangka.

" Untuk perkara korupsi bibit Hibrida,telah ditetapkan 6 ( enam )orang tersangka.Tak hanya itu,kita juga periksa 4 ( empat ) orang saksi dari Pejabat Kementrian Pertanian " ujar Kapuspenkum,Untung diruang kerjanya,Kamis (14/02/2013).

Keempat orang tersebut adalah bekas Direktur Ditjen Tanaman Pangan, yang sekarang diubah menjadi Direktur Budidaya Serelia Rahman Pinem, Kepala Sub Bidang Perbendaharaan pada Ditjen Tanaman Pangan Yusman, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Bambang Budianto dan Kepala Sub Dit Benih Kacang dan Umbi Widjatmiko.

"Keempat saksi itu hadir dalam pemeriksaan sekitar  pukul 09.00 WIB. Pemeriksaannya berkenaan dengan perencanaan alokasi kebutuhan kegiatan yang berhubungan dengan program BLBU sesuai dengan tugas dan wewenang yang dijabat masing-masing saksi.

Ikhwal kasus, awalnya Kejaksaan Agung  menurunkan tim penyidiknya ke sejumlah daerah untuk melakukan pengumpulan data dan informasi, serta proses penyelidikan kasus ini. Hasilnya, penyidik menemukan adanya bukti kuat telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit oleh PT Sang Hyang Seri atau SHS.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Kejaksaan Agung M Adi Toegarisman menyampaikan, temuan dan hasil penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan benih oleh PT Sang Hyang Seri (Persero) tahun 2008 sampai 2012 itu telah telah menjerat tiga orang sebagai tersangka.

Ketiga tersangka dalam program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) di lingkungan Kementerian Pertanian itu adalah Dirut PT SHS Kaharuddin, Manajer Kantor Cabang PT SHS Tegal Hartono dan Karyawan PT SHS Subagyo.

Kasus ini, untuk selanjutnya masih terus dalam penyidikan, dengan Tim Penyidik beranggotakan 9 (sembilan) orang, yang dikoordinatori oleh Aditia Warman.

Lebih lanjut,kata Togaerisman sekitar tahun 2008 sampai dengan 2012 Kementerian Pertanian Republik Indonesia menunjuk PT Sang Hyang Seri (Persero) untuk mengadakan pengadaan benih untuk keperluan program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU).

Untuk 2012 dilakukan seolah-olah lelang atau tender dan pemenangnya tetap PT Sang Hyang Seri (Persero). Sedangkan, biaya pengelolaan Cadangan Benih Nasional (CBN) yang dilakukan oleh PT Sang Hyang Seri (Persero) dari tahun 2009 sampai 2011 adalah sebesar biaya pemeliharaan CBN di Kantor Regional. "Namun biaya pengelolaan sebesar 5 % tersebut oleh PT Sang Hyang Seri Pusat tidak pernah disalurkan kepada Kantor Regional di daerah, sehingga patut diduga ada penyimpangan," jelas Adi.

Dari penyelidikan yang dilakukan Tim Jaksa, lanjut bekas Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau itu, ditemukan sejumlah bukti bahwa tahun 2009 kurang lebih sebesar Rp 10. 412. 223. 750,- dari nilai kontrak sebesar Rp 31. 236. 671. 250.

Tahun 2010 kurang lebih sebesar Rp 10. 630. 927. 500,- dari nilai kontrak sebesar Rp 31. 892. 782. 250. Tahun 2011 kurang lebih sebesar Rp 15. 277. 866. 283, 70,- dari nilai kontrak sebesar Rp 45. 833. 5983.851,20. Adi lebih rinci  menjelaskan, dalam menentukan harga komoditi antara PT Sang Hyang

Seri dengan perusahaan pihak ke tiga terjadi adanya intervensi atau mengarahkan dari Direksi PT Sang Hyang Seri (Persero) yaitu Kaharuddin yang merupakan bekas Direktur Pemasaran PT SHS dan yang sekarang menjadi Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero).

Intervensi itu diketahui, berdasarkan keterangan Manajer pada Regional I sampai dengan VI dan keterangan Ema selaku Sekretaris Direktur Pemasaran PT Sang Hyang Seri (Persero).  (RDM)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil