Jumat, 25 April 2014
next next next
Senin, 18 Maret 2013 — 06:08:30 WIB

Pelayanan Amburadul, Pungli Marak Kepala BPN Diminta Turun Tangan

Tangerang, SENTANAonline.com

KEPALA Badan Pertanahan Nasional Republuk Indonesia (BPN RI) diminta turun tangan untuk menyelesaikan buruknya pelayanan BPN Tigaraksa Kabupaten Tangerang yang terkesan sangat amburadul dan sangat sarat dengan pungutan liar (pungli).

Dari 9 Program Reformasi Birokrasi yang didengungkan oleh BPN sesuai dengan yang terpampang di Benner di ruang Pelayanan BPN Tigaraksa sepertinya hanya isapan jempol belaka. Salah satu poin dari program reformasi tersebut adalah "manajemen perubahan, namun faktanya tidak ada perubahan menejeman yang dilakukan oleh pihak BPN untuk arah yang lebih baik seperti, bahkan yang terlihat secara kasat mata adalah pelayanan yang diberikan oleh BPN Tigaraksa adalah amburadul dan sarat pungli.

Salah satu bukti amburadulnya pelayanan BPN adalah "setiap pegawai notaris yang biasa melakukan pengurusan surat – surat tanah dikantor tersebut harus melakukan monitor atas berkasnya dengan cara menghadap kepada kasubsi atau kasi yang bersangkutan. Kalau kita tidak monitor ya tidak bakalan selesai ujar para pegawai notaris tersebut kepada sentana diruang tunggu kantor BPN belum lama ini.

Para pegawi notaris yang berbaur dengan wartawan menceritakan bahwa pegawai BPN, ada yang mengelompokkan berkas berdasarkan "uang alias pelicin" dalam menerima berkas, kalau ada "uangnya" berkasnya ditaruh diatas meja, kalau tidak ada "uangnya" berkasnya ditaruh dibawah meja, jadi untuk berkas yang ditaruh dibawah meja kita tunggu sampai kapan juga tidak bakalan selesai ujar para pegawai notaris tersebut kepada wartawan.

Perubahan yang sangat jelas terlihat di BPN Tigaraksa adalah bahwa tidak semua orang bisa masuk kekantor yang mengurusi surat - surat tanah tersebut, termasuk para pegawai notaris yang biasa melakukan pengurusan surat - surat tanah. Setiap orang yang mau masuk atau mau menghadap ke kasubag atau kasi harus menjelaskan lebih dulu kepada satpam keperluanya apa dan mau bertemu siapa, baru diperbolehkan masuk.

Hasil pantauan sentana dan wawancara dengan para pegawai notaris yang antri diruang tunggu untuk masuk kekantor tersebut, ternyata para pegawai notaris tersebut menghadap kekasubag atau kasi untuk memonitor berkasnya, tapi ada juga yang memang sengaja untuk "mengantar uang" untuk keperluan pengurusan berkas. 

Salah seorang pegawai notaris yang berhasil di wawancara oleh sentana yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya mengatakan, " buat saya sich bang tidak masalah uang pungutan - pungutan diluar ketentuan yang ada, yang penting prosesnya cepat,  Ini yang ada malah kita sudah di pungli tapi urusan juga ga selesai malah kita harus bolak balik nanyaain," ujarnya dengan nada kesal.

Informasi yang berhasil dihimpun sentana, bahwa setiap pungutan liar yang terjadi pada setiap bidang yang ada di BPN diduga kuat terjadi atas persetujuan atau sepengetahuan dari kepala kantor, karena setiap berkas yang dikenakan pungli ternyata harus ada "setoranya" kepada atasan dan itu disetorkan setiap harinya setelah jam tutup kantor. (TIO)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil