Minggu, 20 April 2014
next next next
Selasa, 19 Maret 2013 — 10:50:03 WIB

Rimbawan Kota Sukabumi Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan

Sukabumi, SENTANAonline.com

KECINTAAN terhadap lingkungan ditunjukkan pelajar yang tergabung dalam rimbawan Kota Sukabumi. Sebanyak 50 anggotanya membagikan sebanyak 2.013 bibit pohon secara gratis kepada masyarakat untuk ditanam di lingkungan pemukiman. Selain itu, mereka juga menyerahkan bibit jenis pelindung dan buah-buahan tersebut untuk ditanam di lembaga pemerintah.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Bhakti Rimbawan tahun 2013. Bibit pohon pelindung diantaranya, Saninten, Rasa mala,  Puspa, Cisawo. Manglit. Sedangkan jenis buah-buahan diantaranya Duren, Rambutan, Leci, Jambu bol, Jamaika dan Sukun. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian rimbawan terhadap lingkungan di Kota Sukabumi,”ujar Kordinator Rimbawan, Yadi Siswandi ketika menyerahkan bibit pohon kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (18/3) kemarin.

Yudi mengatakan, selain membagikan kepada masyarakat dan lembaga pemerintah, sebagian bibit pohon juga diserahkan kepada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi untuk selanjutnya ditanam di lahan kosong di wilayah Kota Sukabumi. “Kami ingin jangan ada lahan kosong yang tidak ditanami pohon,” katanya.

Kegiatan tersebut katanya, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, dengan pesatnya pertumbuhan kota, lahan hijau semakin berkurang. "Kegiatan ini juga untuk mengajak masyarakat agar gemar menanam pohon di lingkungan masing-masing," katanya.

Memang kata Yudi, pohon sebanyak itu belum mampu untuk  memenuhi lahan kosong yang ada. Tapi dia berharap bisa menambah lahan hijau di Kota Sukabumi, apalagi, sebagian tanaman yang dibagikan adalah jenis buah-buahan, sehingga bisa dinikmati. “Kami sengaja membagikan sebanyak 2013 sesuai dengan tahun Hari Bhakti Rimbawan kali ini,” katanya.

Sekretaris Dewan Sakawana Bhakti Cabang Sukabumi, Santi Septiani merasa prihatin kondisi lingkungan saat ini. Pasalnya, perubahan fungi lahan hijau menjadi pemukiman dan industri membuat lahan hijau semakin menyempit. “Peralihan fungsi lahan hijau membuat bumi makin panas. Jangan sampai kita sulit bernafas karena popohonan semakin menipis,”siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Sukabumi tersebut.

Dia berharap, Pemerintah Kota Sukabumi tidak mudah untuk mengijinkan peralihan fungsi lahan hijau dan pertanian untuk perumahan atau pun industri. Hal itu mengingat, luas Kota Sukabumi yang cukup sempit, sehingga keseimbangan tetap terjaga. “Harus seimbang, jangan sampai lahan yang diatasnya bangunan lebih banyak dari pada lahan hijau,” katanya.(NIF)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil