Rabu, 23 April 2014
next next next
Jumat, 05 April 2013 — 01:27:35 WIB

Lelang Jabatan Lurah dan Camat, Walikota Jakarta Timur Pastikan Tidak Ada Gejolak

 

Jakarta,SENTANAonline.com

WALIKOTA Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, memastikan tidak ada gejolak dari para Camat dan Lurah yang ada saat ini (definitif) terhadap dibukanya seleksi terbuka terhadap jabatan Camat dan Lurah. Menurut Walikota, sebagai aparatur pemerintah, harus siap terhadap segala tantangan dan perubahan.

“Tidak ada gejolak. Mereka (Camat dan Lurah-red) sudah saya berikan arahan dan motivasi,” kata Walikota, seusai sosialisasi pelaksanaan seleksi terbuka terhadap calon Camat dan Lurah di Ruang Serba Guna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (4/4).

Lebih jauh dirinya mengatakan, para Camat dan Lurah diminta agar tidak takut kalah saing dengan calon-calon yang akan ikut seleksi terbuka. Menurutnya, bila para Camat dan Lurah yang saat ini masih menjabat memiliki kinerja baik, tentua tidak perlu khawatir akan tersingkir.

“Saya katakan kepada mereka, kalau kalian memang profesional, kalau selama ini kerjanya baik, kalau selama ini menguasai wilayah dan mengusai permasalahan, jangan perah takut dan khawatir karena kalian masih bisa bertahan,” ungkap Walikota.

Dirinya juga mengatakan, bila dalam seleksi terbuka tersebut, para Camat dan Lurah definitif atau incumbent harus kalah bersaing atau tersingkir, maka harus diterima juga dengan lapang dada. “Kalau memang mereka terpaksa harus kalah bersaing, itulah hasilnya. Itulah kemampuan kamu sampai situ dan harus legowo,” ujar Krisdianto.

Walikota mengatakan, saat ini pihaknya mengundang sekitar 900 pejabat dan staf dilingkungan Pemkot Jakarta Timur yang telah memenuhi syarat dan kepangkatan untuk mengikuti sosialisasi sosialisasi pelaksanaan seleksi terbuka terhadap calon Camat dan Lurah. Dalam sosialisasi ini disampaikan paparan tentang persyaratan dan tata cara mengikuti seleksi yang pendaftarannya dilakukan secara online dari tanggal 8-22 April 2013 melalui website resmi yang ditetapkan oleh tim seleksi.

Untuk Jakata Timur sendiri menurut Walikota, ada sebanyak 10 Camat dan 65 Lurah. Sementara jabatan Camat yang kosong ada satu dan jabatan Lurah yang kosong ada empat. “Ini kompetitif sekali. Saya berharap melalui seleksi ini dapat melahirkan, figur pejabat yang benar-benar mumpuni dan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, wilayah dan pelayanan,” ujar Walikota.

Selain persyaratan yang harus dipenuhi, calon Camat dan Lurah harus mengikuti seleksi administrasi, tes kompetensi, kesehatan dan menejerial. “Menejerial sangat kompleks, segala aspek ada disitu.

Sebagai seorang manejer, harus seorang pemimpin, orang yang mengerti administrasi, berorientasi pada masyarakat, berorientasi pada pelayanan dan berorientasi pada hasil,” paparnya.

Walikota mengatakan, kalau seleksi ini benar-benar bisa menghasilkan figur dan profil Camat dan Lurah, maka Jakarta akan mempunyai pemerintahan yang kuat. “Kuat disini artinya semua unit dan lini bekerja secara optimal dan profesional, sehingga Gubernur tidak perlu capek-capek lagi karena setiap permasalahan di tingkat Kecamatan dapat dikerjakan oleh Camat, permasalahan di tingkat Kelurahan dapat diselesaikan oleh Lurah,” katanya.

Hasil dari seleksi ini akan membuat kerja Gubernur menjadi lebih fokus kepada pekerjaan yang besar atau makro, sementara pekerjaan yang kecil-kecil diselesaikan oleh tingkat dibawahnya seperti Walikota, Camat dan Lurah. “Jangan seperti sekarang, got mampet saja langsung ke Gubernur, bak sampah kecil saja lari ke Gubernur, padahal hal-hal sepert ini bisa diatasi oleh para Camat dan Lurah.  Maka inilah yang diharapkan Lurah dan Camat mampu menjawab tuntutan, tantangan, dan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing,” tukasnya.

Dalam kebijakan tentang seleksi terbuka Camat dan Lurah, ada satu ketentuan bagi Camat dan Lurah definitif yang tidak mendaftar atau tidak mengikuti seleksi, maka dianggap mengundurkan diri dari jabatan struktural. Terkait ketentuan ini, para Camat dan Lurah mengaku siap untuk mengikuti seleksi untuk berkompetisi.

Salah satunya, Camat Jatinegara Sofyan Taher mengaku siap untuk mengikuti seleksi terbuka jabatan Camat. “Saya siap mengikuti seleksi, tidak ada masalah,” katanya singkat.(ARI)

Lelang Jabatan Lurah dan Camat, Walikota Jakarta Timur Pastikan Tidak Ada Gejolak

Jakarta,SENTANAonline.com

WALIKOTA Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, memastikan tidak ada gejolak dari para Camat dan Lurah yang ada saat ini (definitif) terhadap dibukanya seleksi terbuka terhadap jabatan Camat dan Lurah. Menurut Walikota, sebagai aparatur pemerintah, harus siap terhadap segala tantangan dan perubahan.

“Tidak ada gejolak. Mereka (Camat dan Lurah-red) sudah saya berikan arahan dan motivasi,” kata Walikota, seusai sosialisasi pelaksanaan seleksi terbuka terhadap calon Camat dan Lurah di Ruang Serba Guna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (4/4).

Lebih jauh dirinya mengatakan, para Camat dan Lurah diminta agar tidak takut kalah saing dengan calon-calon yang akan ikut seleksi terbuka. Menurutnya, bila para Camat dan Lurah yang saat ini masih menjabat memiliki kinerja baik, tentua tidak perlu khawatir akan tersingkir.

“Saya katakan kepada mereka, kalau kalian memang profesional, kalau selama ini kerjanya baik, kalau selama ini menguasai wilayah dan mengusai permasalahan, jangan perah takut dan khawatir karena kalian masih bisa bertahan,” ungkap Walikota.

Dirinya juga mengatakan, bila dalam seleksi terbuka tersebut, para Camat dan Lurah definitif atau incumbent harus kalah bersaing atau tersingkir, maka harus diterima juga dengan lapang dada. “Kalau memang mereka terpaksa harus kalah bersaing, itulah hasilnya. Itulah kemampuan kamu sampai situ dan harus legowo,” ujar Krisdianto.

Walikota mengatakan, saat ini pihaknya mengundang sekitar 900 pejabat dan staf dilingkungan Pemkot Jakarta Timur yang telah memenuhi syarat dan kepangkatan untuk mengikuti sosialisasi sosialisasi pelaksanaan seleksi terbuka terhadap calon Camat dan Lurah. Dalam sosialisasi ini disampaikan paparan tentang persyaratan dan tata cara mengikuti seleksi yang pendaftarannya dilakukan secara online dari tanggal 8-22 April 2013 melalui website resmi yang ditetapkan oleh tim seleksi.

Untuk Jakata Timur sendiri menurut Walikota, ada sebanyak 10 Camat dan 65 Lurah. Sementara jabatan Camat yang kosong ada satu dan jabatan Lurah yang kosong ada empat. “Ini kompetitif sekali. Saya berharap melalui seleksi ini dapat melahirkan, figur pejabat yang benar-benar mumpuni dan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, wilayah dan pelayanan,” ujar Walikota.

Selain persyaratan yang harus dipenuhi, calon Camat dan Lurah harus mengikuti seleksi administrasi, tes kompetensi, kesehatan dan menejerial. “Menejerial sangat kompleks, segala aspek ada disitu.

Sebagai seorang manejer, harus seorang pemimpin, orang yang mengerti administrasi, berorientasi pada masyarakat, berorientasi pada pelayanan dan berorientasi pada hasil,” paparnya.

Walikota mengatakan, kalau seleksi ini benar-benar bisa menghasilkan figur dan profil Camat dan Lurah, maka Jakarta akan mempunyai pemerintahan yang kuat. “Kuat disini artinya semua unit dan lini bekerja secara optimal dan profesional, sehingga Gubernur tidak perlu capek-capek lagi karena setiap permasalahan di tingkat Kecamatan dapat dikerjakan oleh Camat, permasalahan di tingkat Kelurahan dapat diselesaikan oleh Lurah,” katanya.

Hasil dari seleksi ini akan membuat kerja Gubernur menjadi lebih fokus kepada pekerjaan yang besar atau makro, sementara pekerjaan yang kecil-kecil diselesaikan oleh tingkat dibawahnya seperti Walikota, Camat dan Lurah. “Jangan seperti sekarang, got mampet saja langsung ke Gubernur, bak sampah kecil saja lari ke Gubernur, padahal hal-hal sepert ini bisa diatasi oleh para Camat dan Lurah.  Maka inilah yang diharapkan Lurah dan Camat mampu menjawab tuntutan, tantangan, dan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing,” tukasnya.

Dalam kebijakan tentang seleksi terbuka Camat dan Lurah, ada satu ketentuan bagi Camat dan Lurah definitif yang tidak mendaftar atau tidak mengikuti seleksi, maka dianggap mengundurkan diri dari jabatan struktural. Terkait ketentuan ini, para Camat dan Lurah mengaku siap untuk mengikuti seleksi untuk berkompetisi.

Salah satunya, Camat Jatinegara Sofyan Taher mengaku siap untuk mengikuti seleksi terbuka jabatan Camat. “Saya siap mengikuti seleksi, tidak ada masalah,” katanya singkat.(ARI)

Lelang Jabatan Lurah dan Camat, Walikota Jakarta Timur Pastikan Tidak Ada Gejolak

Jakarta,SENTANAonline.com

WALIKOTA Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, memastikan tidak ada gejolak dari para Camat dan Lurah yang ada saat ini (definitif) terhadap dibukanya seleksi terbuka terhadap jabatan Camat dan Lurah. Menurut Walikota, sebagai aparatur pemerintah, harus siap terhadap segala tantangan dan perubahan.

“Tidak ada gejolak. Mereka (Camat dan Lurah-red) sudah saya berikan arahan dan motivasi,” kata Walikota, seusai sosialisasi pelaksanaan seleksi terbuka terhadap calon Camat dan Lurah di Ruang Serba Guna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (4/4).

Lebih jauh dirinya mengatakan, para Camat dan Lurah diminta agar tidak takut kalah saing dengan calon-calon yang akan ikut seleksi terbuka. Menurutnya, bila para Camat dan Lurah yang saat ini masih menjabat memiliki kinerja baik, tentua tidak perlu khawatir akan tersingkir.

“Saya katakan kepada mereka, kalau kalian memang profesional, kalau selama ini kerjanya baik, kalau selama ini menguasai wilayah dan mengusai permasalahan, jangan perah takut dan khawatir karena kalian masih bisa bertahan,” ungkap Walikota.

Dirinya juga mengatakan, bila dalam seleksi terbuka tersebut, para Camat dan Lurah definitif atau incumbent harus kalah bersaing atau tersingkir, maka harus diterima juga dengan lapang dada. “Kalau memang mereka terpaksa harus kalah bersaing, itulah hasilnya. Itulah kemampuan kamu sampai situ dan harus legowo,” ujar Krisdianto.

Walikota mengatakan, saat ini pihaknya mengundang sekitar 900 pejabat dan staf dilingkungan Pemkot Jakarta Timur yang telah memenuhi syarat dan kepangkatan untuk mengikuti sosialisasi sosialisasi pelaksanaan seleksi terbuka terhadap calon Camat dan Lurah. Dalam sosialisasi ini disampaikan paparan tentang persyaratan dan tata cara mengikuti seleksi yang pendaftarannya dilakukan secara online dari tanggal 8-22 April 2013 melalui website resmi yang ditetapkan oleh tim seleksi.

Untuk Jakata Timur sendiri menurut Walikota, ada sebanyak 10 Camat dan 65 Lurah. Sementara jabatan Camat yang kosong ada satu dan jabatan Lurah yang kosong ada empat. “Ini kompetitif sekali. Saya berharap melalui seleksi ini dapat melahirkan, figur pejabat yang benar-benar mumpuni dan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, wilayah dan pelayanan,” ujar Walikota.

Selain persyaratan yang harus dipenuhi, calon Camat dan Lurah harus mengikuti seleksi administrasi, tes kompetensi, kesehatan dan menejerial. “Menejerial sangat kompleks, segala aspek ada disitu.

Sebagai seorang manejer, harus seorang pemimpin, orang yang mengerti administrasi, berorientasi pada masyarakat, berorientasi pada pelayanan dan berorientasi pada hasil,” paparnya.

Walikota mengatakan, kalau seleksi ini benar-benar bisa menghasilkan figur dan profil Camat dan Lurah, maka Jakarta akan mempunyai pemerintahan yang kuat. “Kuat disini artinya semua unit dan lini bekerja secara optimal dan profesional, sehingga Gubernur tidak perlu capek-capek lagi karena setiap permasalahan di tingkat Kecamatan dapat dikerjakan oleh Camat, permasalahan di tingkat Kelurahan dapat diselesaikan oleh Lurah,” katanya.

Hasil dari seleksi ini akan membuat kerja Gubernur menjadi lebih fokus kepada pekerjaan yang besar atau makro, sementara pekerjaan yang kecil-kecil diselesaikan oleh tingkat dibawahnya seperti Walikota, Camat dan Lurah. “Jangan seperti sekarang, got mampet saja langsung ke Gubernur, bak sampah kecil saja lari ke Gubernur, padahal hal-hal sepert ini bisa diatasi oleh para Camat dan Lurah.  Maka inilah yang diharapkan Lurah dan Camat mampu menjawab tuntutan, tantangan, dan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing,” tukasnya.

Dalam kebijakan tentang seleksi terbuka Camat dan Lurah, ada satu ketentuan bagi Camat dan Lurah definitif yang tidak mendaftar atau tidak mengikuti seleksi, maka dianggap mengundurkan diri dari jabatan struktural. Terkait ketentuan ini, para Camat dan Lurah mengaku siap untuk mengikuti seleksi untuk berkompetisi.

Salah satunya, Camat Jatinegara Sofyan Taher mengaku siap untuk mengikuti seleksi terbuka jabatan Camat. “Saya siap mengikuti seleksi, tidak ada masalah,” katanya singkat.(ARI)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil