Jumat, 25 April 2014
next next next
Kamis, 02 Mei 2013 — 08:49:22 WIB

SMPN 17 Bandung Diduga Pungli Rp 400.000 per Siswa

Bandung, SENTANAonline.com

DI tengah carut-marut dan amburadulnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2013 yang digadang-gadang untuk meningkatkan mutu pendidikan Nasional di Indonesia ternyata bukan hanya itu permasalahannya. Salah satu adalah adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah tertentu  yang ”dibungkus“ untuk biaya  pemantapan siswa menjelang UN.

Pasalnya, sebelum pelaksanaan UN, Kepala Sekolah SMPN 17 Bandung  diduga melakukan pungutan kepada siswanya sebesar Rp 400.000,. per siswa. untuk biaya pengayaan atau penambahan jam belajar siswa kelas IX yang akan mengikuti UN.

Hal itu diakui Kepala Sekolah SMPN 17 Bandung H.Aep Saepudin SPd melalui Humasnya Lis Lasminingrum SPd. “Iya kami memang mengadakan pengayaan menjelang dilaksanakan Ujian Nasional, dengan memungut biaya Rp 400.000 per siswa, dan itu atas persetujuan Komite Sekolah dengan orangtua siswa,” kata Humas SMPN 17 Bandung menjawab pertanyaan SENTANA.

Menurut Lasminingrum, kegiatan dan pungutan itu dilakukan setiap tahun karena dana BOS tidak mencukupi untuk biaya operasional sekolah. Namun demikian, saat ditanya aturan apa yang diterapkan oleh pihak sekolah SMPN 17 untuk melakukan pungutan tersebut Lis Lasminingrum SP.d. mengatakan, sbenarnya ini bukan aturan tapi hanya kebijakan dan program sekolah untuk dapat menutupi operasianal sekolah. “Karena dana yang kami terima hanya RP 350 juta per tahun dan hanya diterima sebanyak 75 persen dengan asumsi 25 persen untuk dana subsidi silang,” jelasnya.

Sementara jumlah siswa kelas IX SMPN 17 yang akan mengikuti ujian nasional menurut data dari Humas SMPN 17 mencapai 423 siswa yang kalau dikalikan 423xRp 400 000.= Rp 169.200.000,.

Masih menurut Humas SMPN 17 Bandung, untuk melakukan pungutan tersebut pihak sekolah telah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung. ”Kami selalu berkordinasi dengan Dinas Pendidikan kota Bandung, apa yang boleh dilakukan dan apa yang membahayakan,”beber Lis Lasminingrum Sp.d.

Dia menambahkan, bukan hanya SMPN 17 yang mengadakan pengayaan maupun penambahan jam belajar dengan memungut biaya menjelang Ujian Nasional “Hampir semua sekolah melakukannya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala SMPN 49 Drs.Nana Hanadi M.M.Pd. melalui Humasnya mengatakan hal yang berbeda. Menurutnya, pungutan untuk pengayaan terkait dengan pelaksanaan UN sudah dirapatkan melalui rapat dengan orangtua murid. ”Kami melakukan pungutan itu sesuai dengan rapat Komite Sekolah,” kata Rukhiat Humas SMPN 49 saat ditemui SENTANA..

Rukhiat menambahkan bahwa pungutan tersebut telah disetujui orangtua murid Rp 160.000,per siswa. “Untuk lebih jelasnya silahkan ditanya Komite Sekolah, bagaimana teknisnya,” terangnya.

Untuk siwa kelas IX yang mengikuti UN di SMPN 49 Bandung menurut data dari Humasnya ada sejumlah 530 siswa dengan asumsi 530xRp160.000,-= Rp 84.800.000.

Namun apapun alasannya bahwa yang dilakukan pihak sekolah sudah jelas melanggar Permendiknas No.44 tahun 2012 bahwa sekolah milik pemerintah tidak boleh melakukan pungutan dengan bentuk apapun. (ERS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
BACA JUGA :
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil