Minggu, 20 April 2014
next next next
Rabu, 15 Mei 2013 — 09:05:39 WIB

LSM ICF Nilai Kinerja Kejaksaan Taput Jalan di Tempat

Tapanuli Utara, SENTANAonline.com

BANYAKNYA dugaan korupsi yang terjadi di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), namun hingga kini pihak Kejaksaan Negeri Taput belum bia mengungkapkannya ke permukaan. ICF Divisi Investiga di Tapanuli Utara, Tohap Simaremare menilai, kinerja Kejaksaan di Tapanuli Utara lamban alias jalan di tempat dalam penegakan dan penanganan kasus-kasus dugaan korupsi di Pemkab setempat.

“Hampir 9 tahun berbagai kasus dugaan korupsi di Taput seperti kasus KBR tahun 2009, kasus Depak masalah Laukpauk tahun 2009, kasus pengadaan Dankar Bandara Silangit, kasus korupsi Mantan Sekda Humbahas dan kasus raskin Desa Siborongborong dua tahun 2010. Dan masih banyak kasus-kasus lain tentang peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur seperti pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan pendidikan yang jalan di tempat," ungkap Tohap kepada sentana kemarin.

Pihaknya kata Tofap, juga telah mempertanyakkan tentang pengaduan ke pihak Kejaksaan Negeri Taput  yang  terindikasi Dugaan Korupsi di Pemkab Taput, tapi sangat disayangkan sampai saat ini belum ada jawaban. “Seperti apa mekanisme perkembangan kinerja pihak Kejaksaan Taput untuk mengungkap kasus kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Taput,” tanya Tohap.

“Sampai saat ini kinerja jajaran kejaksaan Tapanuli Utara masih jalan di tempat dan belum memberikan hasil yang menggembirakan, sehingga hampir tidak lagi dipercayai masyarakat,” tambahnya.

Dikatakan, banyaknya dugaan keterlibatan beberapa oknum anggota DPRD Taput yang menjadi makelar proyek pemerintahan Taput, serta banyaknya temuan BPK tentang kejanggalan-kejanggalan penggunaan anggaran dimana sampai saat ini belum terungkap dan banyaknya pembangunan infrastruktur yang tertampung dari anggaran APBN maupun APBD yang terkesan asal jadi ini, seharusnya menjadi salah satu walasan Kejaksaan Negeri Taput untuk menindak lanjutinya.

“Tapi sangat disayangkan banyaknya pemberitaan di media massa tentang dugaan korupsi yang menimpa Pemkab Taput itu sampai saat ini belum ada upaya yang serius dari Kejaksaan Taput untuk menindak lanjuti dengan serius," keluhnya.

Menurut Tohap, Jaksa Agung Hendarman Supandji harus mencari "formula" jitu untuk membenahi jajarannya dan memperbaiki kinerja bawahannya agar tidak terus menuai malu khususnya di wilayah Tapanuli Utara supaya Penegakan Hukum yang dilakukan Kejaksaan di Tapanuli Utara berjalan dengan baik.

Tohap juga menambahkan. selama ini kinerja kejaksaan selalu disertai perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum adhyaksa yang tidak memiliki mental yang baik. “Seperti peristiwa dugaan suap yang dilakukan jaksa penyelidik kasus BLBI, Urip Tri Gunawan, yang sangat menggemparkan dunia hukum di Indonesia,” ungkapnya.

Padahal Hendarman Supandji pernah menyebutkan bahwa yang menangani kasus BLBI adalah jaksa-jaksa terbaik di Kejaksaan Agung. Namun, kata Tohap, ternyata salah satu jaksa yang disebut terbaik di Kejaksaan Agung itu malah terlibat dalam perbuatan yang tidak terpuji. "Jika di lingkungan Kejaksaan Agung saja praktik suap itu dapat terjadi, bagaimana lagi dengan jaksa di daerah," katanya.

Menurut Tohap, kenyataan seperti itulah yang menyebabkan masyarakat hampir tidak percaya lagi terhadap institusi kejaksaan.Bentuk ketidakpercayaan tersebut dapat dilihat dari banyaknya anekdot yang memberikan citra buruk terhadap eksistensi kejaksaan. "Sebagian ada yang memberi kepanjangan `JAKSA (Jika Ada Kasus Siapkan Amplop) maaf bukan niat menjelekkan intansi  dan ada juga yang menyebutkan pejabat terindikasi korupsi sebagai `ATM` bagi oknum jaksa," katanya.(MUS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil