Kamis, 17 April 2014
next next next
Selasa, 04 Juni 2013 — 01:33:37 WIB

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Pengadaan 18 Pesawat dan Simulator di STPT Curug

Jakarta,SENTANAonline.com

KOMITMEN Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi terus berkreasi, pasalnya kejagung sedang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan 18 pesawat,dan 2 alat link simulator di Badan pendidikan dan Pelatihan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug,Banten.

Dalam kasus ini, kejagung sudah menyita 12 pesawat dan menetapkan 3 orang Tersangka, dalam proses penyitaan di Komplek STPI kamis lalu,kejagung turunkan 6 jaksa yang dipimpin Andar Perdana Widiastono cs.

Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman menegaskan penyitaan ini dilakukan karena adanya bukti permulaan yang cukup mengenai penyelewengan Anggaran 2010-2013 yang merugikan negara sebesar Rp 138 Milliar, Menurutnya, penyitaan yang dilakukan kejaksaan penuh pertimbangan.sebab ada kaitannya dengan pendidikan sehingga sitaan tersebut hanya ditandain atau dicatat dan tidak dipindah tempatkan .

"Jaksa hanya melakukan pemberitahuan penyitaan,serta menandain setiap unit pesawat dan link simulatornya,"Ujarnya.

Kendati demikian,jenis pesawat-pesawat Fixed wing dan simulator sitaan tersebut hanya dititipkan di STIP, berbeda dengan kasus sitaan yang lain, dikarenakan guna kepentingan pendidikan sehingga tidak bawa(disita) dari tempat semula ketempat penyimpanan barang sitaan oleh tim Jaksa kejagung.

Dimana ketiga (3) Tersangka tersebut adalah Direktur Utama PT Pasifik Putra Metropolitan (PPM),Bayu Wijokongko dan Pegawai Negeri Sipil STPI I.G.K Rai Darmaja yang berperan sebagai Ketua penerimaan barang,dan Arwana Aruchyat sebagai Kepala Administrasi Umum Pejabat Pembuat Komitmen.

"Mereka belum ditahan,"tambah Adi Toegarisman saat ditemuin SENTANA di ruangannya,senin 3 juni 2013.Dia (adi) menuturkan berdasarkan hitungan sementara pengadaan 18 pesawat di karenakan keterlambatan penyerahan 12 pesawat latih,akan tetapi hanya 6 pesawat diterima sejak 2012,dan menurutnya ada penyalahgunaan anggaran negara.

Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung ini juga mengatakan 6 Unit itu bisa beroprasi,tetapi 12 unit tidak bisa digunakan.begitu juga dengan link simulator tidak bisa digunakan, Dampaknya negara mengalami kerugian Milliaran Rupiah.

Berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik)Nomor : Print-68 s/d 70/F.2/Fd.1/05/2013 yang diterima SENTANA, Dugaan korupsi terjadi setelah pembayaran 100% dari uang negara pada tanggal 14 desember 2012,ketika di audit dari 18 pesawat hanya ada 6 unit pesawat latih yang terealisasi sisanya ditelan tikus-tikus kantor.

Secara tempat terpisah,juru bicara Kejaksaan Agung (Kapuspenkum), Setia Untung Arimuliadi membenarkan peristiwa kasuskorupsi di tubuh pendidikan dan pelatihan sekolah tinggi penerbangan (STPI) Curug,Banten.

"Berdasarkan hasil LID dugaan Korupsi dalam pengadaan pesawat latih sayap tetap (fixed wing) 18 unti dan link simulator 2 unit pada badan pendidikan dan pelatihan sekolah tinggi penerbangan (STPI) TA. 2010-2013 sebesar Rp.138.801.300.000, "kata Untung.

Senada dengan Dirdik Adi Toegarisman,kapuspenkum kejagung ini juga membenarkan terkait di temukan adanya bukti permulaan yg cukup tetang terjadinya Tindak Pidana Korupsi,sehingga Kejagung RI meningkatkannya ke tahap DIK dengan menetapkan 3 orang menjadi tersangka."Pungkasnya. (RDM)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil