Jumat, 18 April 2014
next next next
Senin, 15 Juli 2013 — 09:38:55 WIB

Berdiri 3 Lantai, Bangunan Konstruksi Baja di Deplu Pesanggrahan Harus Disegel

 

Jakarta, SENTANAonline.com

AKSI petugas Suku Dinas (Sudin)  Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Kota Administrasi Jakarta Selatan membongkar sejumlah bangunan bermasalah, mendapat acungan jempol dari masyarakat. Karena dalam dua  bulan belakangan ini,  Kepala Seksi (Kasi) Penertiban Sudin P2B Jakarta Selatan yang baru,  Poniman,  merontokkan belasan bangunan yang melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Namun Warga di sejumlah wilayah kecamatan masih meragukan kinerja Pihak P2B tersebut, pasalnya  di wilayah mereka masih banyak sekali bangunan yang tidak ditindak, padahal bangunan-bangunan tersebut cukup besar, dan terletak di pinggir jalan, sehingga menjadi perhatian masyarakat banyak. Dan sebenarnya tidak sulit  bagi petugas pengawasan  melacak bangunan yang melanggar IMB tersebut.

Contohnya di wilayah Kecamatan Pesanggrahan, ada puluhan bangunan  bermasalah yang  belum ditindak, padahal bangunan bermasalah itu sudah disampaikan kepada Sudin P2B, bahkan kepada walikota Jakarta Selatan. Seperti bangunan kontstruski baja di Jl. Deplu Tengah, Kecamatan Pesanggrahan. Bangunan tersebut bisa  berdiri sampai tiga lantai, tanpa ada tindakan dari petugas P2B, padahal   bangunan ini jelas  telah melanggar IMB yang berlaku di DKI Jakarta.

Menurut  sumber yang dapat dipercaya di lingkungan P2B Jakarta Selatan,  selain melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB), izin  bangunan itu juga belum diketahui, sebab sampai saat ini belum ada informasi bangunan itu memiliki IMB. “Biasanya,  alasan pemilik  bengunab, IMB sedang diurus, padahal ada kawasan tertentu yang tak bisa keluar izin. Itu alasan kelasik. Jadi bangunan itu harus dibongkar,” ungkap sumber yang  tak bersedia  disebutkan namanya ini, di walikota Jakarta Selatan,  (12/7).     

Menurut Amran, warga Pesanggrahan, berdirinya  bangunan di Jl. Deplu tengah tersebut, merupakan tanggung jawab petugas  pengawasan P2B, khususnya petugas pengawasan di tingkat kecamatan. Karena mereka wajib menindak,  jika bangunan menyalahi aturan.   Itu merupakan  wewenang P2B tingkat kecamatan, tapi kalau wewenangnya berada di tingkat Sudin di walikota, mereka melaporkan secepatnya, agar pembangunan tidak terus dilanjutkan.

“Karena jika terlalu lama dilaporkan, maka akan merugikan pemilik bangnan. Artinya,  banyak bangunan dibongkar setelah hampir selesai, biaya yang dikeluarkan sudah sangat besar, sehingga sangat merugikan pemiliknya. Hal ini bisa  terjadi karena ada oknum P2B kecamatan yang bermain, namun setelah diketahui oleh pihak Sudin, bangunan itu dibongkar, ini kan gak fair,” katanya di Pesanggrahan.(12/7).  

Menurutnya, hal seperti ini terjadi, karena adanya oknum P2B dikecamatan  yang tak bertanggung jawab.  Karena tidak mungkin  ada bangunan bermasalah bisa lepas begitu saja dari pantauan mereka, kalau tidak ada permainan. Tapi kalau sudah disoroti media baru dibongkar. 

“Pembongkaran paksa dilakukan  karena disoroti melalui media. Jadi peran media memang dibutuhkan.   Ini bukan rahasia lagi, hampir semua masyakarat tahu permainan seperti ini. Maka gubernur harus menindak oknum pejabat seperti ini, dan walikota juga jangan tinggal diam, laporkan kepada gubernur,” tandasnya.

Bangunan lainnya yang bermasalah  di Kecamatan Pesanggrahan, bangunan gudang di Kampung Baru V, Kelurahan Ulujami,   bangunan tersebut sudah disegel tapi belum dibongkar.  Dan  bangunan kontrakan 3  lantai masih di Kampung Baru, Bangunan kontrakan tesebut juga sangat mencolok, karena berderet 4 unit dan cukup tinggi. Di Kecamatan Kebayoran Baru, Bangunan Bermasalah  Jl. Kiyai Maja, Taman Puring Kecamatan Kabayoran Baru. Satu unit bangunan futsal di Jagakarsa. Bangunan Ruko  di Kecamatan Tebet, izin  bangunan ini untuk rumah tinggal, namun belum ada tindakan.(PS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil