Kamis, 24 Juli 2014
next next next
Minggu, 06 Maret 2011 — 02:36:14 WIB

Pasca Tumpahan Minyak Pertamina EP Lakukan Rehabilitas

Tumpahan minyak / (Ilustrasi/AFP)

Jakarta, SENTANAONLINE.com - PT Pertamina EP Field Cepu, Minggu (6/3) melaksanakan rehabilitasi area paska tumpahan minyak di Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperianto dalam keterangan persnya yang diterima SENTANAONLINE.com, hari ini.

“Proses penanggulangan tumpahan minyak yang kita lakukan meliputi dua tahapan utama. Untuk tahap pertama kita melakukan tindakan melokalisir, menggiring dan mengangkat minyak mentah yang tumpah di lokasi yang sudah kita lakukan selama tiga hari sejak Kamis hingga Sabtu (3-5/3),” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan 1 unit oil skimmer (alat khusus penyedot minyak di perairan-red), absorbent pad (material kain khusus untuk menyerap minyak), 2 unit pompa alcon, 30 meter oil boom, 2 unit vacuum truck, dan peralatan serta kendaraan pendukung lainnya. “Selain itu, kita juga melakukan upaya teknis yakni menyambung dan ujicoba  trunk line 4 inchi yang sebelumnya dicuri, mengumpulkan hasil pengumpulan tumpahan minyak di SPU Ledok dengan menggunakan vacuum truck, dan menghitung hasil tumpahan minyak yang bias dikumpulkan di SPU Ledok.

Jumlah keseluruhan minyak yang tumpah dan sudah berhasil di-recover / diambil kembali lebih dari 90%,” paparnya. Dari sisi sosial, lanjut dia, sejak awal peristiwa ini terjadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Sambong, aparat keamanan, dan masyarakat setempat. “Kita juga melakukan pendataan dan pengukuran luasan lahan area persawahan / lahan masyarakat yang terkena dampak,” jelasnya. Sementara untuk tahap kedua, lanjut Agus dimulai pada Minggu (6/3), dengan melakukan proses pembersihan akhir menggunakan oil spill dispersant yang diperkirakan akan berlangsung selama lima hari.

Bersamaan dengan itu juga dilakukan pemantauan dan rehabilitasi  yang dilakukan diperkirakan akan memakan waktu selama 10 hari. “Pada proses tersebut dilakukan juga pengambilan sample tanah di area terkena dampak untuk menganalisa perkembangan pada saat sebelum dan sesudah rehabilitasi kawasan,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahapan ini Pertamina EP juga menyampaikan upaya penanggulangan dan proses rehabilitasi yang telah dan akan dilakukan ke media massa baik cetak maupun elektronik. “Kita juga memberikan penjelasan mengenai risiko dan program rehabilitasi kepada masyarakat sekitar lintasan trunk line Pertamina EP,” tukasnya.

Menurut dia, proses penanggulangan dan rehabilitasi yang dilaksanakan oleh Pertamina EP terhadap peristiwa tumpahan minyak akibat pencurian pipa di Sambong merupakan wujud tanggungjawab perusahaan serta wujud dari tata nilai perusahaan Sincere, dimana dalam menjalankan usahanya Pertamina EP selalu bertindak jujur dan bersih dari konflik kepentingan.

“Kemudian Strong yakni melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara mandiri, kukuh, dan kompeten, serta Sensible yakni senantiasa berwawasan luas dan peduli pada lingkungan dalam menjalankan operasinya,” paparnya.

Sekedar diketahui, tumpahan minyak mentah tersebut terjadi karena pencurian pipa sepanjang 4 meter yang merupakan trunkline 4 inchi antara Nglobo dan Cepu yang teridentifikasi pada Kamis (3/3) pagi.  Rehabilitasi lingkungan ini merupakan kelanjutan dari proses penanggulangan tumpahan minyak sesuai dengan standar operasi perusahaan. (SL)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda