Jumat, 18 April 2014
next next next
Rabu, 13 November 2013 — 10:03:29 WIB

Enam Tersangka Pejabat PT.BPR Sadayana Artha Ditangkap Polisi

BANDUNG, SENTANAOnline.com—

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus)Polda Jabar ungkap kasus tindak pidana kejahatan perbankan yang terjadi di PT.BPR Sadayana Artha Majalaya jalan Babakan no 119 Majalaya kabupaten Bandung. Kasus tindak pidana kejahatan perbankan yang menjerat 6 orang tersangka sudah berlangsung sejak tahun 2009 yang lalu.

 Ke 6 orang tersangka yaitu AN,  selaku Komisaris Utama ZE,Direktur Utama, AM,sebagai Direktur, SR Kabag Operasional,NI,yang menjabat Account Officer dan KHA, juga sebagai Account Officer saat ini di amankan di ruang tahanan Mapolda Jabar.

Menurut Humas Polda Jabar AKBP Martinus Sitompul,modus operandi yang dilakukan ke 6 tersangka adalah cara penarikan tabungan tanpa seizin nasabah, penarikan angsuran kredit yang tidak dicatat didalam pembukuan,pemberian kredit fiktif dan rekayasa pengeluaran fiktif.

"ZE yang menjabat sebagai Dirut di PT,BPR Sadayana Artha Majalaya dan AM selaku Direktur dan NI selaku Account Officer telah melakukan kredit,berupa 34 kredit fiktif dan 18 kredit topengan dengan total nominal Rp 791 000 000,” kata Martinus dalam keterangan persnya kemarin. Dan uang tersebut dipakai sebagian oleh AN Komisaris Utama di PT. BPR Sadayana Artha Majalaya.

Sementara itu SR,yang menjabat Kabag Operasional melakukan penarikan tabungan milik 10 orang nasabah tanpa seizin dan sepengetahuan dengan nominal Rp 56. 600 000. Sedangkan NI dan KHA yang menjabat sebagai Account Officer melakukan penarikan angsuran kredit 98 orang debitur yang tidak dicatat dalam pembukuan atau laporan bank dengan jumlah nominal Rp313.800 000. Bukan hanya itu, ZE sebagai Direktur dan SR yang juga menjabat Kabag Operasional juga melakukan hal yang sama dengan merekayasa pengeluaran dan biaya-biaya fiktif dengan nominal Rp 51.500 000, dengan demikian total jumlah kerugian dari tindak pidana kejahatan perbankan tersebut adalah Rp 1. 212.900 000,.

Terkait kasus ini, Dirkrimsus Polda Jabar telah mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa 18 orang saksi termasuk 1 orang saksi ahli.

Humas Polda Jabar AKBP Martinus Sitompul menambahkan,ke 6 tersangka akan dijerat dengan Pasal 49 (1) huru a dan b undang-undang no 7 tahun 1992 sebgaimana yang telah diubah dengan undang-undang no 10 tahun 1998 tentang perbankan.(ERS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil