Sabtu, 19 April 2014
next next next
Senin, 09 Mei 2011 — 11:28:40 WIB

15.000 meter Kubik per-Hari, Sampah Cemari Pantai Bali

Editor: Ferdinand O Siahaan.

Denpasar, SENTANAONLINE.com. Menyikapi persoalan sampah dan limbah yang ternyata sudah akut menimpa kawasan lingkungan pantai yang ada di Bali, Kepala Badan Lingkungan Hidup Bali Anak Agung Alit Sastrawan mengungkapkan kalau sampah-sampah tersebut berasal dari hotel-hotel yang berada di sekitar pantai, "Sampah yang mencemari pantai di antaranya berasal dari hotel-hotel di sekitar pantai," ungkap nya di kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar.     Sastrawan menyebutkan, berdasar data di BPH Bali, produksi sampah yang tidak terkontrol mencapai 15.000 meter kubik. Sampah-sampah tersebut, berasal dari hulu sungai hingga ke hilir yang bermuara di laut.  

Saat ini, di Bali terdapat 2.766 tempat sampah dan 62 mobil truk sampah, namun jumlah itu tidak memadai karena kapasitas daya tampung sampah di TPA Suwung, Denpasar, hanya mempu menampung maksimal 5.500 kubik sampah setiap harinya.   Akibatnya, sebagian besar sampah lainnya terbuang atau berceceran hingga mencemari pantai-pantai seperti di Bali Selatan.   Pemerintah kabupaten/kota kewalahan mengatasi masalah sampah karena keterbatasan anggaran maupun jumlah petugas kebersihan.   Dia menambahkan, dari pengamatan semua sampah yang tidak terkontrol dan dibiarkan tercecer di mana-mana tersebut, 60-70 persen merupakan sampah organik, sisanya sampah plastik atau kimiawi.   Menanggapi desakan agar BLH mengumumkan nama-nama hotel dan restoran penyebab pencemaran, BLH berjanji akan mengumumkan jika sudah terbukti, ''Nanti kalau kami sudah menemukan bukti-bukti yang kuat dari mana sumber pencemaran itu, kami juga sepakat dengan anggota Dewan untuk mengumumkan nama-nama perusahaan pencemar lingkungan itu melalui media massa. Tentunya, hal itu juga diikuti dengan serangkaian pembinaan sehingga kesadaran mereka tergerak untuk lebih bertanggung jawab mengolah limbah sehingga tidak mencemari lingkungan,'' tegasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya mendesak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali tidak ragu-ragu untuk mengumumkan nama-nama hotel maupun perusahaan lainnya yang terbukti mencemari lingkungan di media massa. Langkah ini dinilai tepat untuk memberikan efek jera, mengingat pemuatan berita terkait pencemaran lingkungan itu secara tidak langsung akan mempengaruhi reputasi atau citra dari hotel maupun perusahaan tersebut.

''Kalau BLH memang punya bukti yang kuat dan valid, jangan ragu-ragu untuk mengumumkan nama-nama perusahaan pencemar lingkungan tersebut,'' kata Made Arjaya kepada wartawan, Minggu (8/5) kemarin.  Hal ini tentu saja sangat potensial menimbulkan komplain dari para pelaku industri perhotelan, mengingat tidak sedikit hotel di Bali sudah mengelola limbah sisa-sisa aktivitas hotelnya dengan baik. ''Jangan sampai, hotel-hotel yang sudah ramah lingkungan dan mengolah limbahnya dengan baik juga ikut kena imbas negatif sebagai pencemar lingkungan”. Imbuh Arjaya.   Namun Made Arjaya menyadari dan menegaskan kalau keberadaan hotel-hotel di kawasan pariwisata sebagai pihak yang memberi kontribusi terhadap tercemarnya 13 pantai di Bali sampai saat ini masih sebatas dugaan belum didukung oleh data dan bukti yang valid.(Bp/FOS)

BACA JUGA :
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil