Rabu, 23 April 2014
next next next
Selasa, 10 Mei 2011 — 10:02:50 WIB

Ketua DPRD Desak Bupati Bogor Tutup Tempat Hiburan di Hotel M-One

 

Penulis:Krisman Rozie.

Bogor, SENTANAONLINE.com. Ketua DPRD Kabupaten Bogor H.M.Adjat Sudradjat meradang saat mengetahui adanya tempat hiburan malam (THM) di areal hotel M-One, Jalan Raya Bogor - Jakarta, Ciluar, Kecamatan Sukaraja atau hanya 5 kilometer dari pusat pemerintahan daerah (Pemda) Kabupaten Bogor. Adjat menegaskan, walau THM tersebut diklaim sebagai fasilitas hotel, namun THM itu tak boleh dibiarkan beroperasi. Sebab selain tidak memiliki perijinan hiburan, lokasinya juga sangat dekat dengan pusat pemerintahan.

"Saya sangat tidak setuju pengoperasian fasilitas diskotik, karaoke dan spa di hotel M-One yang jaraknya cukup dekat dengan kantor Pemkab. Ini namanya melecehkan wibawa Pemkab Bogor, apalagi Pemkab tidak mengeluarkan ijin untuk THM sejalan dengan program Nongol Babat (Nobat). Karena itu, saya akan meminta kepada Pak Rachmat Yasin selaku Bupati untuk segera menutup THM di hotel M-One," tegas Adjat kepada wartawan, usai menghadiri acara pelantikan pejabat SKPD di lingkungan Pemkab Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Senin (9/5/2011).

Politisi Partai Demokrat ini juga menyoroti kelengkapan ijin hotel M-One yang hingga saat ini ditengarai masih bermasalah alias tidak lengkap. Dimana, ijin HO (Hinder Ordonansi) atau ijin gangguan hotel itu belum dikeluarkan Badan Perijinan Terpadu (BPT) Kab.Bogor lantaran adanya sinyalemen pemalsuan tanda tangan warga di sekitar lokasi hotel dalam surat pengajuan ijin HO yang dimohon manajemen hotel.   "Saya juga sudah mendengar informasi tentang keberadaan pondok sekolah dasar dan menengah di samping hotel dan sebuah pondok pesantren yang sangat dekat jaraknya dengan hotel. Saya jadi bertanya, kenapa perijinan hotel itu bisa dikeluarkan? Berarti ada aspek sosial dan lingkungannya yang diabaikan oleh SKPD pemberi ijin. Saya akan minta alat kelengkapan dewan (Komisi A) untuk memperhatikan masalah ini," tegas mantan birokrat yang akrab dengan wartawan ini.

Sikap senada juga disampaikan Ketua Umum LSM Penggerak Pembangunan Daerah (PPD) Coky Pasaribu. Ia mengaku sangat heran dengan pengoperasian fasilitas diskotik, karaoke dan spa di hotel M-One. Pasalnya, hotel belum resmi beroperasi, tetapi tempat hiburannya sudah jalan duluan. "Ini yang mau dijual hotelnya atau fasilitasnya? Masak bisnis intinya belum jalan, fasilitasnya sudah operasi? Ini harus ditindak tegas," imbuhnya.

Coky juga mempertanyakan perijinan hotel dan THM M-One yang disinyalir hingga kini masih bermasalah. Dia mengaku curiga perijinan hotel itu dikeluarkan tanpa melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku. "Mestinya aparat Pemkab Bogor memperhatikan keberadaan sekolah dan pondok pesantren di dekat areal hotel. Apalagi, hotel itu juga menyediakan tempat hiburan yang tentunya dapat mempengaruhi moralitas dan mental siswa sekolah. Saya kira sudah sepatutnya Bupati menutup THM di hotel M-One," ujarnya. KRS

clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil