Jumat, 25 Juli 2014
next next next
Rabu, 01 Juni 2011 — 02:33:22 WIB

Selewengkan Dana Silpa, LSM Desak KPK Periksa DPRD Pesawaran.

Penulis: E r l a n.

Pesawaran, SENTANAonline,com--Ketua Forum Komunikasi Pemersatu Kabupaten Pesawaran (FKPKP) Mualim Taher berang setelah mendengar adanya penyelewengan dana Silva APBD tahun 2010 sebesar Rp 900 juta yang dibagi-bagikan kepada 27 anggota DPRD Pesawaran.Menurut Mualim, dengan adanya kasus tersebut sebaiknya Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) segera turun, termasuk pihak kepolisian untuk memerika sejumlah anggota dewan yang diduga mendapatkan danaSisa lebih pengguna anggaran (SilPa) APBD tahun 2010 yangdibagi-bagikan kepada anggota DPRD kabupaten Pesawaran," ujar Mualim saat dihubungi via telpon genggamnya kemarin (30/5).

Ia mengatakan, sebaiknya dana Silpa tersebut bukan untuk dibagi-bagikan kepada wakil rakyat, etapi digunakan untuk kepentingan pembangunan yang dapat menyentuh demi kepentingan masyarakat Kabupaten Pesawaran. “Mengingat dana tersebut milik negara, seharusnya dana tersebut digunakan untuk membangun kabupaten Pesawaran bukan untuk memperkaya diri para anggota Dewan yang terhormat," tegas Mualim dengan nada lantang.

Sekedar diketahui, terkuaknya sejumlah anggota Dewan yang mendapatkan dana Silpa 2010 tersebut, saat 3 orang anggota Tipikor Polda Lampung mendatangi kantor Dewan Kabupaten Pesawaran sekitar pukul 14.00 WIB, namun saying anggota Tipikor dibiarkan saja oleh anggota dewan yang saat itu berada di ruang komisi usai menghadiri rapat paripurna KPJ tahun 2010.

Kedatangan anggota Tipikor Polda Lampung tersebut, diduga karena adanya isu anggota dewan menerima suap Silfa APBD tahun 2010 sebesar Rp 900 juta yang dibagikan 27 orang anggota dewan, sedangkan 7 orang anggota Dewan lainnya tidak menerima Silfa APBD 2010. 

Menurut sejumlah anggota Dewan diantaranya berinisial J dan M kedatangan anggota tim Tipikor ke kantor dewan untuk memeriksanya karena adanya dugaan penyelewengan sisa Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2010 sebesar Rp 900 juta yang dibagi-bagikan kepada 27 anggta dewan dari 35 orang anggota dewan yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Masing-masing mendapatkan Rp 30 juta per orang, sedangkan 7 orang lainnya mengaku  tidak mendapatkan bagian dana APBD tahun 2010 yang dibagikan tersebut,” ujar J saat ditemui Senin lalu.

Ketua DPRD kabupaten Pesawaran Toto Sumirat, saat dikonfirmasi usai menghadiri rapat Paripurna LKPj tahun anggaran 2010 membantah  keras isu tersebut. "Tidak benar adanya isu bagi-bagi dana Silfa 2010. Saya tidak mengetahui dengan adanya isu bagi-bagi dana Silfa tahun anggaran 2010 yang saat ini sedang heboh, justru saya baru mengetahui  sekarang," kilah Toto sambil berlalu meninggalkan wartawan. MJ/ERL

clik here    POLLING

Tentukan Presiden Pilihan Anda

Jokowi-Jusuf Kalla
Prabowo-Hatta
Belum Tahu
Tidak Ada

Lihat hasil