Minggu, 20 April 2014
next next next
Sabtu, 04 Juni 2011 — 02:53:26 WIB

Banyak Guru Penerima Sertifikasi Tidak Penuhi Syarat

 

Editor: Ferdinan O Siahaan, SE

Medan, SENTANAONLINE.com.--Banyak tenaga pengajar baik tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas yang sudah lulus setifikasi guru ternyata tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam sertifikasi guru tersebut  setelah menerima dana tunjangan.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri di Medan , Jummat mengatakan sejak diluncurkan tahun 2007 oleh Pemerintah, seritfikasi guru selalu menjadi permasalahan yang pelik terutama di daerah-daerah.

Salah satunya ternyata banyak guru penerima sertifikasi yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan. Untuk itu ia menghimbau Disdik kabupaten/kota untuk proaktif dalam mensukseskan pelaksanaannya.

“Banyak guru berprestasi yang tidak sesuai atau tidak memenuhi syarat. Seperti ada yang jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) nya tidak memenuhi kuota 24 jam per minggu . Pada hal semua yang terlibat dalam sertifikasi ini harus memenuhi peraturan ,”katanya.

Ia juga mengaku kecewa dengan kurangnya perhatian kabupaten/kota akan pelaksanaan program sertifikasi guru tersebut. Seperti pada lomba sertifikasi pengawas sekolah akhir Mei lalu, banyak kabupaten/kota yang tidak mengirimkan wakilnya.

“Ini sangat disayangkan , terkesan kabupaten/kota tidak mendukung gurunya untuk berprestasi. Atau memang sama sekali tidak ada guru di daerahnya yang berkompeten untuk ikut lomba sertifikasi pengawas sekolah itu,”katanya. Kepala bidang Pengendalian Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Eduard Sinaga, mengatakan dalam lomba sertifikasi pengawas tersebut, pihak nya mengharapka setiap kabupaten/kota mengirimkan wakilnya.

Namun kenyataannya dari 99 orang peserta yang di harapkan dari 33 kabupaten/kota di Sumut, hanya 22 orang peserta yang hadir untuk mengikuti lomba.

“Untuk tingkat pengawas SMA, hanya kabupaten Karo, Sibolga, Asahan, Langkat, Simalungun  dan Deli Serdang yang mengirimkan peserta. Sedangkan untuk tingkat pengawas SMP hanya kabupaten Asahan, Deli Serdang, Medan, Langkat, dan Simalungun yang mengirim peserta. Lalu tingkat TK-SD , hanya 9 kabupaten kota yang mengirimkan peserta, yakni Madina, Labusel, Asahan, Labura, Karo, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, dan Medan”, katanya.

Ia juga menyarankan agar dilakukan evaluasi terhadap guru penerima sertifikasi yang tidak efektif menjalankan tugasnya seperti yang disyaratkan dalam sertifikasi guru.

“Satu hingga enam bulan tidak efektif guru penerima sertifikasi harus di evaluasi. Ada juga guru yang enam bulan tidak mengajar karena pendidikan, itu tidak layak menerima dana sertifikasi lantaran tidak mengajar.”katanya.

Menurut dia, kewajiban guru penerima sertifikasi tidaklah mudah, karena setelah menerima dana tunjangan, guru tersebut juga memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya demi peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya masing-masing. “Karena itu guru jangan hanya menuntut hak sertifikasi, tetapi tidak diimbangi dengan kinerja yang baik. Sertifikasi harus diimbangi dengan kinerja yang bagus, karena sertifikasi ini diperuntukkan bagi guru profesional”.(FOS/Sib)

 

clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil