Kamis, 24 Juli 2014
next next next
Senin, 13 Juni 2011 — 05:57:07 WIB

Batik Khas Kabupaten Sukabumi Siap Go Internasional

Sukabumi, SENTANAonline.com.---Batik khas Kabupaten Sukabumi tidak kalah bersaing dengan batik asal Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk itu, mulai tahun ini seluruh PNS (Pegawai Negeri Sipil-red) di lingkungan Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Sukabumi, wajib memakai batik khas yang sudah siap Go Internasional itu.

Hal ini disampaikan Bupati Sukabumi, H. Sukmawijaya menjawab pertanyaan SENTANA, Minggu (12/5). “Batik khas Kabupaten Sukabumi yang terkenal dengan motif keindahan panorama pantai Pelabuhanratu, bermacam-macam corak bunga dan gambar penyu yang merupakan lambang Pemda Kabupaten Sukabumi, harus berani tampil percaya diri untuk bersaing sehat dengan pelaku usaha batik yang telah terlebih dahulu mempunyai nama seperti batik Garut, Batik Cirebon, Batik Tasikmalaya Provinsi Jabar, maupun Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Jogja Provinsi  Jateng,” ujarnya.

Dijelaskan, batik khas Kabupaten Sukabumi, dibuat oleh pelaku-pelaku usaha asli putra daerah Kabupaten Sukabumi yang dibina Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Sukabumi dan Kementerian Koperasi. “Batik khas ini sudah dilaunching pada peringatan ke-132 Hari Kartini lalu oleh Ketua Darma Wanita Pusat Kementerian Koperasi, Ny. Inggrid Kansil. Ini salah satu bukti pelaku usaha batik asli putra daerah Kabupaten Sukabumi, akan tampil percaya diri dan siap memasarkan secara Go Internasional,” paparnya.

Untuk lebih menyukai batik khas Kabupaten Sukabumi dan lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara maupun domestik, kata Sukmawijaya, selain 17.000 PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Sukabumi, siswa-siswa SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi serta pegusaha hotel maupun restoran akan memakai seragam batik khas Kabupaten Sukabumi.

“Pemakaian Batik khas Kabupaten Sukabumi sudah mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi, Sip., untuk segera dibuatkan rancangan Perda (Peraturan Daerah). Sehingga, tidak menutup kemungkinan, batik khas Kabupaten Sukabumi akan menjadi salah satu ciri khas oleh-oleh dari Kabupaten Sukabumi,” ucap Sukmawijaya.

Dalam waktu terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi, Drs.Asep Japar, MM., didampingi Sekretarisnya, Drs. H. Ardiana Trisnawiana kepada SENTANA menjelaskan, pelaku usaha dibidang batik, itu jumlahnya sebanyak 20 pelaku usaha yang merupakan hasil binaan Dekranasda Kabupaten Sukabumi dan Diskoperindag Kabupaten Sukabumi.

“Sedangkan bantuan untuk permodalannya, didapat dari Kementerian Koperasi RI dengan suntikan dana sebesar Rp.200 juta. Selain itu, Kementerian Koperasi RI siap membantu memasarkan produksi batik khas Kabupaten Sukabumi, pada saat adanya pameran diberbagi kota dan pameran batik tingkat nasional maupun regional,” ujarnya.

Dijelaskannya, corak batik khas Kabupaten Sukabumi yang produksinya dipusatkan di Kecamatan Kadudampit, itu merupakan hasil pemikiran yang benar-benar akurat dan transparan serta penuh kebersamaan dari para seni budaya dan sejarahwan, yang mendukung gagasan berlian dari Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, HJ. Fatimah Sukmawijaya, S.Pd. M.Pd. “Bermacam-macam corak batik khas Kabupaten Sukabumi itu merupakan hasil pemikiran para ahli seni lulusan perguruan tinggi dan didorong oleh para seni budaya dan sejahrawan. Sehingga, corak batik khas Kabupaten Sukabumi tersebut, itu dari hasil karya seni batik asli putra daerah Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Ardiyana Trisnawiana menjelaskan, setelah batik khas Kabupaten Sukabumi dilauchingkan, itu memiliki dua tantangan yang harus dihadapi secara serius dan arif bijaksana. “Kedua tantangan tersebut antara lain batik sebagai karya seni merupakan sebuah karya hasil gagasan dan kreatifitas yang memiliki motif dan corak khusus didasarkan kepada potensi-potensi yang menggambarkan Kabupaten Sukabumi, sehingga akan menjadi ciri khas tersendiri. Kemudian batik sebagai karya industri, dimana batik tersebut harus diminati oleh masyarakat luas. Sehingga masyarakat merasa memiliki dan mencintai produk asli batik khas Kabupaten Sukabumi,” paparnya.

Sementara itu industri batik khas Kabupaten Sukabumi harus mendapat perhatian dan dibantu dari sisi permodalan dan pemasaranya, juga butuh desain dalam bentuk motif  corak dan warna. “Untuk itu, Dekranasda Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, akan menyelengarakan lomba desain batik yang akan diikuti oleh sejumlah ahli seni dan budayawan serta sejahrawan,” ucap Ardiana.

Penulis : Gunawan Yusuf.

clik here    POLLING

Tentukan Presiden Pilihan Anda

Jokowi-Jusuf Kalla
Prabowo-Hatta
Belum Tahu
Tidak Ada

Lihat hasil