Sabtu, 19 April 2014
next next next
Senin, 13 Juni 2011 — 07:54:24 WIB

Karyawan Alami Kecelakaan, PT Ciomas Adisatwa Lepas Tangan

Pesawaran, SENTANAonline.com.---Meskipun Hari Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) yang dicanangkan pemerintah selama ini selalu diperingati setiap tahun, namun semua itu hanya seremoni belaka. Pasalnya dalam prakteknya masih banyak perusahaan yang mengabaikan K3.

Terbukti satu pekerja di PT. Ciomas Adisatwa mengalami tiga jarinya putus akibat kecelakaan kerja. Namun pihak perusahaan hanya diam dan tidak bertanggung jawab atas musibah yang menimpa karyawannya. Helmi (27/6) warga Dusun Sinar Negeri Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedongataan salah satu korban yang mengalami kecelakaan kerja.

Diceritakan Helmi, saat itu dirinya mendapatkan bagian sif 1 yakni dari jam 7 pagi hingga jam 3 siang "di PT saya bekerja memberlakukan tiga sif yakni persifnya 8 jam kerja" ujar Helmi saat ditemui di kediamannya, Minggu (12/6).

Dan pada kejadian, sambung Helmi yang sudah bekerja sekitar 6 bulan diperusahaan tersebut, dirinya bekerja seperti biasanya, namun naasnya pada saat sedang memasukkan bahan-bahan untuk pembuat sosis di mesin penggiling, tidak sengaja tangan helmi terkena mesin tersebut, dan akhirnya harus merelakan ketiga jarinya terputus. "Pada saat tangan saya terkena mesin tersebut, rekan kerja saya langsung mematikan mesin penggiling," jelasnya.

Saat itu juga dirinya langsung dibawa ke rumah sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk dilakukan pengobatan yang biayanya ditanggung pihak perusahaan. Namun dirinya merasa kecewa dengan pihak perusahaan yang hanya mengeluarkan biaya pengobatanya saja, padahal seharusnya pihak perusahaan memberikan santunan terkait kecelakaan kerja tersebut. "Hingga saat ini pihak perusahaan hanya menanggung biaya pengobatan saja, tetapi biaya santunan tidak diberikan," ujar Helmi dengan nada kesal.

Korban dari kecelakaan ini, lanjut Helmi bukan dirinya saja, sebelum-sebelumnya ada sekitar 4 rekannya juga yang mengalami hal yang serupa, yakni 3 mengalami patah kaki dan 1 orang mengalami jari putus, tetapi hanya 1 jari saja, semua itu warga Natar Lampung Selatan.

"Sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan yang dialami rekan kerja saya tetapi lain shif, dan saya tidak ingat siapa-siapa namanya, ke empat rekannya juga hanya mendapatkan biaya pengobatan saja dari pihak perusahaan. Ia berharap agar pihak perusahaan bisa memberikan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek), kepada para karyawannya karena selama ini sudah banyak korban terkait kecelakaan kerja yang menimpa para karyawan yang bekerja di PT yang sudah berdiri kurang lebih satu tahun tersebut," harap Helmi.

Untuk diketahui Undang-undang nomor 34 tahun 1990 yang mengatur tentang K3 menjabarkan  pemberian tambahan santuan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia dan mengalami cacat total tetap karena kecelakaan kerja, bahwa untuk dapat lebih menciptakan ketenangan kerja dan meningkatkan produktifitas, perlu diberikan tambahan santunan bagi tenaga kerja yang meninggal dunia dan mengalami cacat total tetap karena kecelakaan kerja sehingga tidak dapat lagi bekerja.

Penulis : Erlan

clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil