Kamis, 24 April 2014
next next next
Kamis, 16 Juni 2011 — 11:42:23 WIB

Di Kabupaten Bogor, Calon Kepala Sekolah Dipungli

Bogor,SENTANAONLINE.com--Bagai mana mungkin Rekrutmen Calon kepala sekolah di Dinas Pendidikan kabupaten Bogor akan berjalan sesuai aturan dan juklak juknis nya jika dalam rekrutmen tersebut adanya sejumlah permasalahan serta di warnai berbagai berbagai proses dan yang parah lagi  adanya Pungutan liar (Pungli) terhadap peserta yang mengikuti beberapa waktu lalu.

Hal ini di  ungkapkan oleh Ketua LSM PRB Peduli Rakyat Bogor M. Johan Pakpahan yang di jumpai Sentana di pengadilan negeri Cibinong saat usai menghadiri sidang. Dalam keterangan pada Sentana  Johan mengatakan dan mengeluhkan kinerja dari Kordinator pengawas dan panitia yang menurut dia panitia terlalu berani dalam melakukan hal kurang terpuji ini hal ini di katakan oleh  salah satu peserta ujar pakpahan mereka di mintai biaya sebesar Rp.400ribu, setiap peserta nya. "Jadi bagai mana ini akan berjalan maksimal dalam pengrekrutmen calon kepala sekolah jika panitia dan oknum nya telah memperlakukan hal yang kurang terpuji ini," papar Johan.

Sementara sudah jelas dalam rekrutmen calon kepala sekolah kemarin biaya sudah di tanggung oleh pemerintah pusat yang arti nya peserta tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lain-lain lagi hanya  syarat administrasi saja "Biasa kita bayangkan ujar pakpahan jika pada seleksi calon kepala sekolah kemarin terdapat 128 peserta di kalikan Rp.400ribu, berapa banyak nya panitia mengambil kesempatan dalam hal ini," imbuh Johan.

Dengan tegas Ketua LSM PRB M. Johan Pakpahan akan membuat surat dan melaporkan secara  resmi pada aparat penegak hukum serta di tembuskan pada  pada Gubernur dan Bupati serta aparat penegak hukum "Karena ini sudah merupakan bukti nyata korupsi kecil kecilan yang harus di berantas dan dipertanggungjawabkan," tandas pakpahan.

Hal yang sama juga di sampaikan juga di sampaikan oleh Sumber Sentana di lingkungan Disdik kabupaten Bogor yang minta nama nya tidak di tulis. Dia mengakui jika Rekrutmen Calon kepala sekolah tadi di nilai tidak sah artinya penuh dengan permainan "Contoh saja ada salah satu peserta yang ijasahnya tidak di legalisir dapat lulus, sedangkan itu suatu syarat mutlak dan serta ada di antara nya yang belum pernah menjabat sebagai wakil kepala sekolah,semua itu di sebabkan adanya kedekatan dengan panitia atau Kordinator pengawas," jelas sumber, dirinya juga menilai hanya orang-orang tertentu dan kedekatan saja yang di akomodir.

Sementara hal ini di konfirmasikan pada (Korwas) kordinator pengawas  Yadi Rohyadi yang di hubungi Sentana Rabu 15/6/2011, membantah jika dalam Rekrutmen Calon kepala sekolah itu di warnai pungutan yang di maksud bahkan dia mengatakan "Ini dia lakukan semua sudah sesuai aturan dan perintah dari kepala dinas," jelas Yadi.

Terkait biaya sebesar Rp.400ribu rupiah, "Bukan saya namun mungkin pada panitia yang lainnya," terang Yadi, "Silahkan jika mau lebih jelas hari Senin!, saya lagi di Bandung melaporkan hasil nya!" tandas Yadi dengan emosional.
 

Penulis: Krisman Rozie.

 

clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil