Kamis, 24 Juli 2014
next next next
Kamis, 06 Oktober 2011 — 08:14:46 WIB

BPOM Larang 21 Jenis Obat Tradisional

Jakarta SENTANAONLINE.com-- Kembali berulang, peredaran Obat dan Jamu Tradisional, yang mengandung bahan kimia berbahaya, tanpa dapat dicegah.  Pemerintah lewat BPOM terkesan hanya dapat melakukan pemeriksaan saat obat dan jamu tersebut telah memasuki pasar dan bukan tidak mungkin obat dan jamu tersebut terlanjur telah dikonsumsi oleh masyarakat luas, yang menyadari resiko dari obat dan jamu tersebut.
 
BPOM sepertinya  tak kuasa melakukan pencegahan, walaupun Anggaran dari Pemerintah lewat APBN serta dana dari luar negeri cukup banyak mengalir untuk mendukung kegiatan Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) yang merupakan Badan Pemerintah di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI ini.
 
KEMBALI BPOM mengeluarkan larangan edar dan konsumsi terhadap 21 jenis obat tradional yang sebelumnya telah diperiksa dan diuji oleh BPOM,  karena tidak memenuhi standar kesehatan untuk dapat dikonsumsi masyarakat serta dianggap berbahaya terhadap pengguna.
 
Kepala BPOM, Kustantinah, pada wartawan kamis 6/10/2011, menyampaikan, "Ke 21 obat obat yang telah dilarang dikonsumsi tersebut merupakan obat tradisional  jenis jamu dan obat herbal, karena tidak memenuhi ijin edar serta tidak terjamin mutunya, sehingga dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi disebabkan mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kehidupan," papar Kustantinah 
 
Terkait peredaran obat obatan itu, BPOM akan melakukan penarikan dari peredaran untuk segera dimusnahkan, dan jika ditemukan dalam obat tradisional mengandung zat kimia maka sanksi nya BPOM akan mencabut ijin edar dari perusahaan serta men cabut nomor registrasinya.
Dari ke 21 jenis obat yang dianggap illegal tersebut tercantum nomor HM 0305101108326 tertanggal 5 Oktober 2011 tentang obat tradisional yang mengandung bahan kimia.
 
Sebagaimana hasil penelitian BPOM ke 21 jenis obat tradisional illegal mengandung bahan kima berupa 1. Poten-Zhi, kapsul TR 042337421, diproduksi PT.Daxen Indonesia beralamat di Bogor, Jawa Barat. 2.Asam Urat Nyeri Tulang Cap Gunung Krakatau, berupa bubuk serbuk diproduksi PT.Citra Herbindo Utama beralamat di Jakarta, 3.Buah Naga, bentuk kapsul diproduksi PT.Lebah Makassar, di Makassar,
 
Kemudian yang ke-4.Dewa Dewi kaplsul diproduksi PT.PJ Kurnia berlokasi di Jawa Tengah, 5.Jamu Cap Putri Sakti Penyehat Badan diproduksi CV Putri Sakti Husada di Jawa Timur, 6.Jamu Tradisional Jawa Asli diproduksi CV Putri Sakti Husada, Jawa Timur. 7. Kapsul Telat Bulan, PT Tabib Jaya Sakti, 8.Kuat Tahan Lama bentuk serbuk diperiksa PT. PJ Racikan, Madura Jawa Timur, 9.Lebah Mutiara Asam Urat bentuk kapsul diproduksi PT.Jamu Tradisional Solo, 10.Lebah Mutiara Gatal-Gatal bentuk kapsul diproduksi PT.Jamu Tradisional Solo 11.Linu Rat, kapsul, PT.PJ Sido Mekar, 12. MD dan SM obat asam urat, bentuk kapsul, PT.PJ Ramuan Dayak,
 
Dan ke-13. Obat Kuat dan Tahan Lama Powerman, bentuk kapsul diproduksi PT Indo Alam Perkasa, Denpasar, Bali. 14.Obat Kuat dan Tahan Lama Super X, kapsul diproduksi PT.PJ Husodo Jaya, 15.Pil Anti Sakit Gigi Plus Pak Tani, tablet diproduksi PT Sari Tani di Jawa Tengah, 16. Prima Setia, kapsul diproduksi CV.Manshuba Indo Herba, Jakarta, 17.Scorpion, kapsul diproduksi PT. PJ Sinar Makmur, Madura, 18.Spider, bentuk kapsul diproduksi PT. PJ Sinar Makmur Madura, 19.Tangkur Cobra Laut, kapsul diproduksi PT.PJ Bima Perkasa, 20.Tiger Fit Asam Urat dan Flu Tulang, bentuk kapsul diproduksi PT Akar Tiongkok, Indonesia
 
Serta yang terakhir, 21. Power Up, kapsul diproduksi PT.Tibet Sheng Yang Bioengineering Co.Ltd/PT Woo Tekh, Indonesia.
Karena ke 21 obat dan jamu ini dianggap berbahaya untuk kesehatan jika di konsumsi, BPOM menghimbau masyarakat agar menghindari mengonsumsi obat dan jamu yang sudah dilarang tersebut.
Penulis : Partahi Sianturi
clik here    POLLING

Tentukan Presiden Pilihan Anda

Jokowi-Jusuf Kalla
Prabowo-Hatta
Belum Tahu
Tidak Ada

Lihat hasil