Jumat, 25 Juli 2014
next next next
Minggu, 06 November 2011 — 10:27:06 WIB

Dua Nama Santer Bakal Duduki Kursi Walikota Jakarta Selatan

 

Jakarta, SENTANAonline.com

BARU satu  hari Walikota Kota Jakarta Selatan, Syharul Efendi  hengkang dan dilantik menjadi  Deputi Gubernur Bidang Kependudukan dan Permukiman  Provinsi DKI Jakarta, para PNS dan sejumlah elemen masyarakat mulai kasak-kusuk melontarkan pendapat dan pertanyaan. Diantaranya, sosok seperti apa yang pantas menjadi orang nomor satu di  Jakarta Selatan.

Bahkan ada yang menjagokan calon  dengan menyebutkan nama. Dan tak sedikit yang membahas track record beberapa nama calon yang sempat santer beberapa waktu belakangan ini. Namun nama calon kuat  yang dibicarakan hamper disetiap ruangan di kantor walikota Jakarta Selatan adalah Anas Effendi yang  menjabat wakil Walikota Jakarta Selatan, sekaligus menjadi Walikota (Plt).  

Nama lainnya, adalah Fatahila, orang nomor dua di Jakarta Pusat. Kedua nama tersebut surut  dari isu pencalonan sejak terkabar Syahrul akan hengkang dari walikota Jakarta Selatan beberapa tahun belakangan ini. Meskipun ada nama-nama lain, namun tak sesanter kedua nama tersebut.

Namun menurut Budi Kabul, anggota Dewan Kota Jakarta Selatan, sosok menjadi  yang ideal  menjadi  Walikota Jakarta Selatan, adalah sosok  yang sudah sudah mengenal Jakarta Selatan. Karena wilayah ini memiliki karakter tersendiri. “Lagipula, kalau pemimpin sudah mengenal wilayahnya, akan lebih baik dalam memehami wilayahnya,” katanya, di kakarta Selatan, Jumat (4/11).

Menurut Rusly, warga Pesanggrahan, siapapun yang menjadi walikota nanti, harus lebih peka terhadap aspirasi masyarakat, khususnya warga Jakarta Selatan. Karena jika hal ini diabaikan, maka kepemimpinan walikota dinilai gagal. Kepedulian yang dimaksud, kata Rusly, harus benar-benar nyata, jangan hanya bersipat pencitraan.

 “Jangan hanya di atas kertas, dan dituangkan dalam acara-acara yang bersipat seremonial, tetapi kenyataannya warga masih tetap mengeluh. Ketika ada persoalan di tengah-tengah masyarakat, harus cepat ditanggapi,  diatasi dengan cara persuasif. Jangan sampai warga berde mo seperti yang sering terjadi di walikota Jakarta Selatan belakangan ini,” kata pria kurus yang juga tokoh pemuda organisasi Betawi ini. 

 Lain lagi menurut Man, wartawan yang betugas di Jakarta Selatan. Menurut dia, walikota yang baru diharapkan lebih komunikatif kepada para pelaku kontrol sosial, terutama  yang bertugas di Jakarta Selatan. Karena wartawan merupakan penyambung informasi. Jangan wartawan terkesan mendapat kesulitan ketika meminta klarifikasi. 

 ”Jangan sampai wartawan mendapat kesulitan ketika membutuhkan informasi dari pejabat yang tengah didalami. Karna sering ada keluhan dari pejabat, ada berita yang tak seimbang, dan dinilai tendensius, tetapi pejabat terkait sering menutup diri. Padahal sekarang ini era keterbukaan. Semua harus transparan, supaya tak saling menyalakan, dan mencari kambing hitam,” pungkasnya. (PS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
BACA JUGA :
clik here    POLLING

Tentukan Presiden Pilihan Anda

Jokowi-Jusuf Kalla
Prabowo-Hatta
Belum Tahu
Tidak Ada

Lihat hasil