Jumat, 18 April 2014
next next next
Rabu, 15 Februari 2012 — 05:57:17 WIB

Proyek PPIP di Desa Panyingkiran Dikerjakan Amburadul

 

Karawang, SENTANAonline.com

PROYEK PPIP (Program Percepatan Infrastruktur Pedesaan) yang sumber dananya berasal dari APBN 2011 sebesar Rp 250 juta di Desa Panyingkiran, Kecamatan Rawamerta yang diduga merupakan aspirasi dari anggota DPRD asal Fraksi Partai Demokrat  dikerjakan amburadul. Pasalnya, sudah dua bulan ini pembangunanya belum bisa dirampungkan, dan disinyalir telah ditinggalnya pihak panitia.

Pengerjaan PPIP di Desa Panyingkiran, oleh panitia tingkat desa yang ditunjuk, dialoksikan untuk jalan setapak penghubung antar kampung di tiga titik. Belakangan  yang pengerjannya masih terkatung-katung di sekitar Kampung Al-Amin menuju area pesawahan ke perkampungan lainya. "Dari Kampung Al-Amin ke Jalan Alternatif belum dikerjakan, panitia baru mengirim pasir saja," kata Salim dan Salam, dua bersaudara yang dilibatkan menjadi kuli oleh pihak panitia pembangunan PPIP Desa Panyingkiran kemarin.

Menurut Salim dan Salam, jalan setapak kampung Al-Amin menuju area pesawahan tekhnis menghubungkan ke Kampung Cibawang pengerasnya tidak dengan cor beton yang didatangkan dari pabrik luar Kabupaten Karawang. Tetapi dilakukan dengan manual yakni, dengan menggunakan mesin moleh guna  mengaduk bahan material semen dan pasir, sehingga kekuatannya sangat diragukan untuk bertahan lama.

Tampaknya, kata Salam dan Salim, dengan mengerjaan dengan menggunakan bahan material seperti itu, jalan tidak bisa dilewati kendaraan angkutan padi jika musim panen dan hasil alam lainya yang ada di Desa Panyingkiran. Lebih parah lagi, lebar dan panjang jalan yang dikerjakan tidak jelas ukurannya, karena pihak panitia pembangunan PPIP Desa Panyingkiran tidak pemasang plang papan nama dari program PPIP itu sendiri. "Saya saja dua hari bekerja upahnya oleh pihak panitia pembangunan PPIP belum dibayar," kata warga Kampung Al-Amin itu.

Sementara itu Ketua BPD Desa Panyingkiran, Sofiyan, mengaku pernah menggerak (melabrak) pihak terkait dengan program PPIP di desanya menyusul hasil pembangunnya belum diketahui keselasannya. "Kami sempat mempertanyakan RAB sekitar pembangunan jalan setapak yang katanya dilaksanakan di beberapa titik wilayah desa, namun pihak Panitia Pelaksana Pembangunan tidak bisa memperlihatkanya," ujar Sofiyan

Dalam hal ini, Sofiyan, mempertanyakan sekitar pertanggungjawannya, karena dana APBN sebasar Rp 250 juta yang merupakan bantuan pembangunan dari pemerintah pusat itu sangat besar nilainya bagi orang yang tinggal di pedesaan ini. Sehingga pelaksanaan dan hasil pembangunannya harus jelas, serta pihak panitia harus transparan kepada penduduk di desa ini. (SAM)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil