Senin, 21 April 2014
next next next
Kamis, 16 Februari 2012 — 05:48:11 WIB

Menpera: Pengembang Bisa Bangun Rumah Tipe 36

 

Jakarta, SENTANAonline.com

PENGEMBANG perumahan di Indonesia sebenarnya dapat membangun rumah tipe 36 dengan harga yang terjangkau dan murah. Dengan demikian, masyarakat miskin yang saat ini belum memiliki rumah dapat terbantu untuk memiliki rumah yang layak huni.

“Pengembang perumahan bisa membangun rumah tipe 36 dengan harga Rp 70 juta. Jadi tidak benar kalau ada pengembang bilang tidak bisa membangun tipe 36,” ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz di Jakarta, Rabu (15/2).

Menpera Djan Faridz menyampaikan pernyataan tersebut terkait adanya gugatan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) yang mengajukan judicial review atau peninjauan kembali Undang – Undang  Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan Kawasan Permukiman  khususnya pada Pasal 22 ayat 3 terkait aturan pembatasan luasan rumah sejahtera tapak tipe 36 m2. Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo mengatakan gugatan tersebut telah diajukan ke Mahkamah Konstitusi pada akhir Januari 2012 lalu.

Menurut Menpera Djan Faridz, saat ini Kemenpera sedang menghadapi tuntutan ke MK dari Apersi yang menyatakan rumah tipe 36 tidak mungkin dibangun dengan harga Rp 70 juta. Untuk itu, Menpera Djan Faridz mengaku punya jawaban serta akan membuktikannya bahwa Kemenpera sanggup membangun rumah tipe 36 dengan harga murah.

 “Saya punya jawaban atas gugatan tersebut. Daripada berdebat akan saya buktikan bahwa Kemenpera sanggup bikin rumah tipe 36 serta harga yang terjangkau yakni dengan harga tanah Rp 200.000 permeter,” imbuhnya.

Menpera Djan Faridz menyatakan, dirinya telah melihat sendiri adanya pembangunan rumah 36 sebanyak 3.039 unit yang dibangun oleh anggota DPD Apersi Provinsi Riau. Menpera bahkan meresmikan serta mendukung pembangunan perumahan Apersi di daerah-daerah. Apalagi harga tanah di daerah masih sangat murah.

 “Kemarin waktu saya meresmikan rumah tipe 36 yang dibangun anggota DPD Apersi Provinsi Riau. Dan seluruh rumah yang mereka bangun tipe 36. Saat saya tanya berapa harga tanah satu meternya  di Pekanbaru mereka bilang per meter masih cukup murah. Jadi kalau dibilang tidak bisa membangun tipe 36 menurut saya jawabannya salah,” tandasnya.

Lebih lanjut, Menpera Djan Faridz menjelaskan, Apersi perlu melakukan koordinasi lebih intensif agar kebijakan yang dikeluarkan di pusat dapat dilaksanakan di daerah. Namun demikian, Kemenpera juga mendukung pembangunan perumahan di daerah yang dilaksanakan oleh para pengembang.

“Semua masalah perumahan merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh kita bersama khususnya para pemangku kepentingan bidang perumahan. Kami mendukung para pengembang yang telah membangun perumahan bagi masyarakat miskin baik di pusat maupun di daerah,” pungkasnya.  (PS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil