Kamis, 24 Juli 2014
next next next
Selasa, 20 Maret 2012 — 02:34:12 WIB

Tambang Illegal Mining Kian Merajalela di Tanjungpinang

 

Tanjungpinang, SENTANAonline.com

SEJUMLAH aktifitas kegiatan penambangan bauksit secara Illegal  di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan serta Kabupaten Lingga , terlihat kian marak terjadi.

Ironisnya, hingga saat ini tidak terlihat adanya penindakan hukum oleh Polisi untuk memberantas dan menghentikan illegal mining tersebut. Fakta seperti ini tidak akan terlepas jika aparat penegak hukum telah menerima upeti pemberian uang suap dari para mafia tambang yang nekad melakukan eksplorasi dan eksploitasi penambangan bauksit.

Berdasarkan pantauan SENTANA di lapangan, terlihat ada beberapa titik lahan lokasi aktifitas penambangan bauksit secara ilegal seperti di Kawasan Kota Tanjungpinang tepatnya di belakang Gedung RSUD Provinsi Kepri Km 8 Kota Tanjungpinang, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Dompak Darat, Sei Timun, Senggarang, sedangkan untuk kegiatan tambang Ilelgal yang berada di Kabupaten Bintan yakni berada di kawasan Kijang tepatnya di Km 18 , Batu Licin,Tembeling, Mantang Besar, dan Pulau Cenot.

Dari informasi yang diperoleh dari sumber yang terpecaya, para mafia tambang bauksit ilegal menjual hasil tambangnya pada pihak yang memiliki Izin Kuasa Penambangan yang resmi. Hal ini  dilakukan untuk menghilangkan jejak, sebab pemilik kuasa penambangan resmi yang diperbolehkan dan berhak untuk menjual tambang bauksit ke Cina dengan harga jual pertiap ton tambang bauksit senilai US$ 20 hinga US$ 23.

Sementara para mafia tambang menjual hasil tambangnya kepada pemilik izin KP jhanya di hargai US$ 8 hingga US$ 10 dan ini sudah bukan rahasia umum lagi. Sedangkan pemberian upeti untuk aparat penegak hukum mulai dari Poda Kepri Polres Bintan dan Tanjungpiang, Dinas Pertambangan, dan Dinas BLH.

Bahkan ada pula pembarian sesaji untuk sejumlah media massa dalam bentuk kompensasi bulanan yang dibayar secara tunai dengan nilai berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta untuk setiap pengusaha tambang bauksit yang melakukan aktifitasnya.  “Dan ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan media massa lokal maupun media Nasional,” katanya.

Dan dampak negatif atas maraknya penambangan yang dilakukan tanpa mengantongi izin resmi itu berdampak buruk terhadap lahan eks tambang yang ratusan hektar tersebut. “Karena sengaja ditinggalkan begitu saja tanpa melakukan reklamasi,yang berakibat membuat lingkungan tercemar dan merusak lingkungan alam,” ungkapnya.

Tentu untuk memberantas kegiatan tambang  yang dilakukan secara illegal mining itu akan semakin sulit diberantas untuk diproses secara hukum. Pasalnya, sang mafia tambang telah membarikan uang suap pada pihak yang seharusnya berwenang dan bertanggung jawab. “Bahkan yang lebih ironis lagi beberapa anggota DPRD juga ikut terlibat dalam bisnis jaringan tambang bauksit secara illegal,” pungkasnya.

Beberapa nama pengusaha ternama yang kerap melakukan penambangan bauksit di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, yakni Acok, Simin, Aliang, Hendy HDS, Akim, Anton, Inan, Budi, Along, Sahjoni. (JOK)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Tentukan Presiden Pilihan Anda

Jokowi-Jusuf Kalla
Prabowo-Hatta
Belum Tahu
Tidak Ada

Lihat hasil