Minggu, 20 April 2014
next next next
Sabtu, 24 Maret 2012 — 09:06:42 WIB

Anggaran Kesehatan Warga Miskin Jakarta Minim

 

 

Jakarta, SENTANAonline.com

KOORDINATOR Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Ucok Sky Khadafy menilai alokasi anggaran kesehatan untuk warga miskin di DKI Jakarta sebesar Rp. 600 miliar terlalu kecil, bila dibandingkan dengan anggaran perawatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Propinsi (pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp. 75 miliar.

"Agar terjadi keadilan anggaran, seharusnya alokasi anggaran untuk PNS Pemprov DKI Jakarta dialihkan untuk anggaran kesehatan warga miskin" ujar Khadafi yang dihubungi Sentana, Kamis, (22/12/2012).

Seperti diketahui pada APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2012, dialokasikan anggaran untuk perawatan kesehatan tidak mampu sebesar RP. 600 miliar. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar RP. 540 miliar. Sementara untuk biaya perawatan PNS Pemprov DKI dialokasikan di APBD DKI Jakarta tahun 2012 sebesar Rp.75 miliar. Pada APBD DKI Jakarta tahun 2011 Pemprov DKI juga sudah mengalokasikan anggaran jaminan pemeliharaan kesahatan PNS sebesar Rp. 72 miliar.

Menurut Ucok, ketidakadilan anggaran kesehatan di Pemprov DKI Jakarta ini karena PNS DKI Jakarta mempunyai penghasilan tetap dan sudah ada jaminan kesehatan dari pemerintah (Askes), sementara masih banyak warga miskin yang tidak punya penghasilan. Selain itu PNS DKI Jakarta jumlahnya sekitar 100 ribu orang, sementara warga miskin jumlahnya ratusan ribu orang.

 

Ditunda

Terkait Pemilukada DKI Jakarta yang akan digelar pada Juli 2012 dan salah seorang calonnya adalah Incumbent, Ucok memiminta Pemprov DKI Jakarta menunda pelaksanaan sejumlah program di tingkat kelurahan dan d itingkat RW da RT sampai Pemilukada selesai. Penundaan ini menurut dia, untuk menghindari kecurigaan publik karena anggaran tersebut berpotensi digunakan calon gubernur tertentu.

"Lebih baik di stop dulu anggaran operasional RW dan sejumlah program di tingkat kelurahan yang tidak urgen dan dilkasanakan setelah pemilukada selesai " ujar Ucok.

Seperti diketahui ada enam pasang calon gubernur/wakil gubernur yang bertarung pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Mereka adalah Alex Noerdin-Nono Sampono, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Foke-Nachrowi Ramli dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Ke empat pasangan tersebut di usung oleh parpol.  Sementara Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria ikut bersaing di kontestasi politik lima tahunan ini melalui jalur independen.

"Untuk menjaga netralis Pemilukada DKI Jakarta yang diikuti enam pasangan sebaiknya sejumlah pos anggaran yang tidak urgen di tingkat kelurahan di tunda dan dilaksanakan setelah Pemilukada selesai" pungkasnya.

Penelusuran Sentana beberapa pos anggaran di sejumlah kelurahan yang dilaksanakan secara swakelola seperti, penggerakan masyarakat dalam pengecatan kanstin, penggerakan masyarakat dalam penanggulangan bencana, penggerakan masyarakat dalam penghijauan, pengerakan masyarakat dalam kerja bakti dan kerbersihan lingkungan dan sejumlah program lainnya.  (LM)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
BACA JUGA :
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil