Jumat, 18 April 2014
next next next
Selasa, 15 Mei 2012 — 07:21:25 WIB

Kemnkes: Data Jumlah Kematian Bayi dan Ibu 2010 Hanya Perkiraan

 

Jakarta, SENTANAonline.com

SETELAH data sasaran imuniasi tahun 2012 per kabupaten dan kota seluruh Indonesia diakui tak dimiliki oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Jumat lalu Kemenkes juga menyodorkan jumlah kematian bayi dan ibu pada tahun 2010 berkategori perkiraan. Artinya tidak memiliki data pasti berapa jumlah kematian bayi dan ibu per kabupaten dan kota seluruh Indonesia tahun 2010.

Dirjen Bina Gizi dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) Kemenkes RI, Dr.dr.Slamet Yuwono dalam diskusi dengan topik Üpaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Prioritas yang dibacakan anak buahnya Direktur Bina Kesehatan Anak Kirana Pritasari mengakui, pihaknya terpaksa menyodorkan angka esetimasi (perkiraan) jumlah kematian bayi dan ibu tahun 2010. "Pasalnya sulit mendapatkan angka/data kematian bayi dan ibu per kabupten dan kota seluruh Indonesia. Jadi kita gunakan angka estimasi," ujarnya.

Dikatakan, data angka kematian bayi baru lahir misalnya di daerah pedalaman sulit mengetahuinya. Sistem pelaporan, sumber daya manusia (SDM) serta peran dan kordinasi dengan posyandu dan lain-lain sangat perlu terus dikembangkan sehingga baik secara dini dicegah angka kematian bayi dan ibu melahirkan.

Selanjutnya dikatakannya, 20 provinsi diprioritaskan sebagai sasaran pengurangan angka kematian bayi dan ibu. "Seluruh provinsi berkomitmen dan telah menyusun rancangan anggaran daerah pencapaian MDGs, untuk juga mencapai angka kematian ibu dengan nol seperti dicanangkan Gubernur NTB. Selain itu, juga datang dukungan dari IDI, IDAI dan organisasi profesi kesehatan lainnya termasuk LSM dan perguruan tinggi setempat," paparnya.

Sebelumnya, pejabat Kemenkes RI mengaku tak memiliki data jumlah orang sebagai sasaran pelaksanaan program imunisasi per kabupaten (399 kabupaten) dan kota (98 kota) di 33 provinsi seluruh Indonesia. Karena itu sasaran pelaksanaan program imunisasi adalah desa-desa yang diklaim pihak Kemenkes sudah mencapai 76,4% hingga 2010.

Alasannya, sulit mendapatkan data jumlah orang sebagai sasaran pelaksanaan program imunisasi per kabupaten dan kota, sehingga berapa orang yang sudah dan berapa orang lagi yang akan dilaksanakan 2012.

"Memang betul penghitungan rancangan anggaran biaya (RAB) program imunisasi itu adalah jumlah orang sebagai sasaran untuk menentukan besar biaya pengadaan vaksin dan biaya lainnya," ujar Direktur Surveilans,Imunisasi,Karantina dan Kesehatan Matra,Kemenkes RI, Dr.H.Andi Muhadir akhir April 2012 lalu.

Dalam makalahnya "Imunisasi Melindungi Anak dan Dewasa", Andi Muhadir tidak menyebut ada angka/jumlah orang sebagai sasaran. Namun cakupan uci (Universal Child Immunitation) dasar lengkap kepada 90% bayi 0-11 bulan, tanpa data jumlah orangnya. "Dari tahun 2002-2010 sudah mencakup 76,3 %, dan tahun 2011 cakupan imunisasi per provinsi ada 30 persen hingga 90 persen,” ujarnya.

Padahal sudah jelas dibuat jadwal sasaran pemberian imunisasi bagi bayi 0-7 hari hingga 9 bulan, kemudian untuk usia 3, 4 5, 10 dan 25 tahun sebelum menikah. Tapi masing-masing usia tersebut tak jelas jumlah orangnya.

Ketika ditanya lagi dengan tidak adanya data orang per kabupaten dan kota seluruh Indonesia sebagai sasaran bisa diduga pengalokasian anggaran untuk program Imunisasi itu manipulatif, karena perhitungan jumlah orang sebagai sasaran program diajukan RAB untuk pengadaan vaksinnya. Andi Muhadir malah menyuruh wartawan membuka data di websitenya. "Silakan buka di website ada itu," kilahnya. (BET)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
BACA JUGA :
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil