Senin, 21 April 2014
next next next
Kamis, 19 Juli 2012 — 11:37:06 WIB

Menpera: Rumah Cetak Raswari Ramah Lingkungan dan Tahan Gempa

 

 

Jakarta, SENTANAonline.com

MENTERI Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menyatakan pembangunan rumah khusus untuk pengungsi eks Timtim dengan sistem cetak beton yang dilaksanakan Kementerian Perumahan Rakyat di sejumlah daerah di Indonesia memiliki keunggulan teknologi yang ramah lingkungan dan tahan terhadap gempa bumi. Selain itu, waktu pembangunan rumah cetak yang dikenal dengan Rumah Cetak Raswari tersebut juga lebih cepat, hemat biaya, tahan lebih lama terhadap perubahan cuaca dan lebih mudah dibangun.

"Rumah cetak Raswari yang dibangun Kemenpera sangat ramah lingkungan dan sudah teruji tahan gempa di Aceh. Selain itu proses pengerjaannya juga lebih cepat dan mudah," ujar Menpera Djan Faridz kepada sejumlah wartawan saat melakukan peninjauan pembangunan rumah cetak Raswari di Desa Kabuna, Atambua, NTT, Selasa (17/7).

Pada kegiatan tersebut, Menpera Djan Faridz didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Hazaddin Tende Sitepu selain melakukan dialog dengan warga pengungsi eks Timtim yang akan menempati rumah cetak tersebut dan warga sekitar juga meninjau salah satu bangunan dari sekitar enam buah rumah cetak Raswari yang telah di bangun Kemenpera.

Djan Faridz menjelaskan, pelaksanaan pembangunan rumah khusus sebelumnya dilakukan dengan membuat rumah semi permanen dengan bahan baku batako dan papan kayu. Namun demikian, untuk penyempurnaan rumah yang menjadi salah satu direktif Presiden tersebut lingkungan maka Kemenpera mengubah sistem teknologi pembangunan menjadi rumah cetak beton karena harga papan yang mahal dan tidak ramah lingkungan.

Bahan bangunan Rumah Khusus yang awalnya terbuat dari papan sebenarnya lebih fleksibel. Akan tetapi, seiring dengan adanya teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait penggunaan kayu maka Kemenpera mencoba melakukan inovasi teknologi dengan membuat bangunan rumah dari beton.

“Harga papan kayu saat ini semakin mahal dan tentunya tidak ramah lingkungan. Mulai tahun ini kami akan menggunakan teknologi bangunan rumah khusus yang dindingnya terbuat dari beton yang tidak terlalu tidak terlalu tebal. Rangkanya terbuat dari besi dan campuran pasir semen sehingga penggunaan kayu sangat minimal yakni hanya untuk pintu saja,” katanya.

Secara umum model Rumah Cetak Raswari memiliki luas bangunan sekitar 36 meter persegi yang terdiri dari satu ruang tamu, satu ruang dapur, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi. Sedangkan spesifikasi teknis pondasi bangunan umpak/ setempat atau dengan pasangan batu kali/ karang dengan sloof, dindingnya terbuat dari mortar satu semen  berbanding empat semen dilengkapi dengan tulangan praktis, lantainya rabat satu berbanding empat pasir, pintunya terbuat dari tripleks dengan rangka kayu, jendela kaca nako dan atap seng gelombang dengan rangka besi siku.

“Saya berharap pengungsi eks Timtim yang akan menempati rumah cetak tersebut dan warga sekitar bisa menempati rumah yang layak huni. Tentunya peran Pemda untuk penyediaan lahan juga sangat dibutuhkan sehingga program perumahan dan kawasan permukiman di daerah bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.(PS)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil