Jumat, 25 April 2014
next next next
Senin, 06 Agustus 2012 — 10:03:01 WIB

Temuan BPK Soal BBM Mobil Truk Angkutan Sampah Belum Beres

 

Karawang, SENTANAonline.com

TEMUAN BPK terkait dana bahan bakar minyak (BBM) mobil truk angkutan sampah sebesar Rp 460 juta anggaran tahun 2009 di Kantor Dinas Cipta Karya terus dipertanyakan publik. Pasalnya, uang Pemkab yang tudak bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi itu hingga kini masih belum sepenuhnya dikembalikas ke kas Pemkab setempat.

Sekretaris Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, Drs. Heri Heryadi, kemarin di kantornya menjelaskan, dana BBM yang diperuntukan bagi mobil angkutan truk sampah yang menjadi temuan BPK sebesar Rp 460 juta tersebut hanya sebatas adminitrasi saja. Pihak Tim BPK ketika itu menilai bahwa uang BBM sebesar Rp 460 juta itu dikontraktualkan, sementara saat bidang yang menangani BBM tersebut belanja sendiri. "Bukti atau kwitansi pembelian BBM ketika itu diperlihatkan, tetapi pemeriksa BPK "Keukeuh" tidak  mau menerima dan menjadikannya sebagai temuan," katanya.

Menurut dia, meski dana APBD tahun anggaran 2009 dijadikan temuan, namun oleh pemeriksa harus kembalikan ke kas Pemkab, baik secara keseluruhan maupun dengan cara dicicil dan hasil temuannya tidak dilangsungkan ke Kejaksaan sebagai BB kerugian negara. "Kasus itu ditemukan pada tahun 2009, ketika itu jelas siapa Kepala Dinas Cipta Karya-nya dan siapa Kepala Bidang Kebersihannya," ujar Heri Heryadi.

Dalam hal ini, kata dia, penanganan masalah BBM truk pengangkut sampah di atas Rp 100 juta, agar tidak menjadi temuan lagi BPK, seharusnya dikontraktualkan. Pelaksanaannya. hanya tinggal memilih SPBU mana di wilayah Kabupaten Karawang yang bersedia untuk melakukan kontrak guna menanganu BBM truk pengangkut sampah di bidang kebersihan Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang.

Mantan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Cupta Karya Kabupaten Karawang, Drs. Poltak Lumban Turuan, Minggu (5/8) saat dikonfirmasi lewat telepon genggamnya, membantah jika kasus temuan BPK masalah BBM Rp 460 juta merupakan warisannya.

Menurutnya, temuan tersebut muncul bukan ketika dia sedang menjabat Kepala Bidang Kebersihan di Kantor Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, tetapi terjadi setelah Kepala Bidang Kebersihan dijabat oleh orang lain. "Sangat salah kalau urusan temuan BBM oleh BPK dituduhkan kepada saya," ujar Poltak.

Sementara itu belakangan ini dua temuan BPK di Kantor Dinas Cipta Karya Kabuapeten Karawang bertambah. Selain kasus BBM-nya truk pengangkut sampah, maka yang sedang tren di tengah masyarakat adalah terkait temuan BPK di proyek Implacement Terminal Tanjungpura.

Di proyek ini perintah BPK benar-benar "Dicuekun", dimana pemborong sudah tiga tahun tidak pernah mengembalikan kas Pemkab dan ironinya, pejabat di Kantor Cipta Karya sendiri ikut-ikutan cuek bersama pemborong yang mengerjakan proyek tersebut.(SAM)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil