Rabu, 23 Juli 2014
next next next
Rabu, 22 Agustus 2012 — 10:14:37 WIB

Tender Dinas Damkar Sarat Rekayasa

 

 

Jakarta, SENTANAonline.com

TENDER pengadaan perlengkapan pasukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan (Damkar dan PB) Pemprov DKI Jakarta terindikasi monopoli, karena perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang lelang merupakan agen tunggal barang yang dilelangkan. Pelelangan yang digelar secara terbuka itu dinilai hanya formalitas untuk memenuhi aturan yang ada.

Menurut IVan Parapat, aktvis Jakarta Procurement Monitoring (JPM) lelang pengadaan pasukan petugas Damkar dan PB DKI Jakarta yang menelan anggaran Rp.13,6 miliar itu dikuti 33 rekanan, namun hanya  semnilan perusahaan yang memasukkan penawaran harga. Penawar terendah adalah PT Mahkota Brilian Jaya (MBJ) dengan hara RP. 8.470.000.000, sementara delapan perusahaan lainnya penawarannya diatas Rp 10 miliar. Adapun yang dimenangkan adalah PT Hayam Wuruk Proteksindo (HWP) dengan penawaran Rp 13,90 miliar ( 96,47) persen dari pagu harga. Meski penawaran MBJ paling menguntungkan negara sebesar Rp 4,62 miliar, namun perusahaan tersebut digugurkan panitia lelang dengan berbagai alasan.

  “MBJ disebut tidak memenuhi nilai ambang batas teknis 80, dengan nilai hanya 70. Padahal dalam lembar data pemilihan disebutkan ada dua metode evaluasi yakni sistem gugur dan ambang batas teknis  yang mengharuskan batas nilai teknis peserta 80,” kata Ivan, Rabu (15/8/2012).

Selain itu, JPM menengarai panitia sengaja melakukan penilaian teknis yang tidak transparan untuk menutup kemungkinan peserta lain mengetahui kelemahan HWP hingga perusahaan tersebut dimenangkan kendati penawarannya mencapai 96,47 persen dari HPS.

“Kita hanya minta perhatian khalayak ramai agar menyikapi selisih penawaran yang mencapai Rp 4,620 miliar dalam pengadaan barang di Dinas Damkar PB. Dari hasil evaluasi JPM produk dua perusahaan ini tak banyak beda kualitasnya,” jelas Ivan.

Berdasarkan penelusuran JPM, HWP merupakan distributor/agen tunggal produk/merk Holik Internasional asal Republic Cech. Salah satu produknya adalah fireman boots.

Menurut dia tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara barang HWP dengan produk yang ditawarkan MBJ, tidak jauh berbeda namun perbedaan harga sangat jauh.

"JPM berharap pemborosan penggunaan dana APBD seperti yang terjadi di Dinas Damkar PB tak terjadi lagi di instansi lain. Apalagi Dinas Damkar tergolong dinas yang loyal dengan pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo.  Pemborosan seperti itu berpotensi menjadi temuan intansi berwenang belakangan hari" tambahnya.

Dia juga mengingatkan statament Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Prijanto yang menyebutkan bahwa  di Pemprov. DKI Jakarta ada 7 Modus Korupsi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, diantaranya melakukan mark up sejak perncanaan dan menentukan spesifikasi barang yang dilelangkan mengarah ke merk barang  tertentu.  (LM)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Tentukan Presiden Pilihan Anda

Jokowi-Jusuf Kalla
Prabowo-Hatta
Belum Tahu
Tidak Ada

Lihat hasil