Jumat, 18 April 2014
next next next
Jumat, 05 Oktober 2012 — 05:21:23 WIB

Demo Mahasiswa Banten Rusuh

ilustrasi

 

Serang, SENTANAonline.com

HARI ulang tahun provinsi Banten ke 12 diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa. Sempat terjadi ketegangan antara pengunjukrasa dan ratusan polisi yang menjaga gedung DPRD Banten.

Ketegangan antara polisi dan mahasiswa disebabkan karena para pengunjukrasa memaksa masuk gedung DPRD Banten, namun dijaga ketat aparat keamanan hingga terjadi saling dorong antar polisi dan mahasiswa. Karena pengunjukrasa memaksa masuk, akhirnya polisi menyemprotkan gas air mata, namun dibalas dengan lemparan batu, kayu dan telor dari arah pengunjukrasa.

Ketegangan akhirnya mereda setelah pengunjukrasa memilih mundur dan kembali ke kampusnya masing-masing.

Seperti diketahui, Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Konsolidasi Mahasiswa Banten melakukan aksinya dengan cara berorasi di depan Gedung DPRD Banten JL Syekh Nawawi Al-Bantani Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Dalam orasinya mahasiswa meminta pemerintah provinsi Banten memprioritaskan kepentingan masyarakat umum. Jika hal tersebut diabaikan sebaiknya mundur saja jadi pemimpin. Demikian dikatakan Sunedi salah seorang kordinator dalam unjuk rasa tersebut.Kamis.(4/10).

Ia mengatakan, pada 4 Oktober 2012 adalah usia Banten yang menanjak 12 Tahun, seharusnya kesejahteraan masyarakat Banten meningkat dibandingkan Banten sebelum menjadi provinsi.

Namun pada kenyataanya, selama 12 Tahun Banten menjadi Provinsi, sebagian masyarakat belum merasakan perubahan yang signifikan. "Pembangunan infrastruktur, pemerataan pendidikan dan kesehatan belum merata bagi masyarakat Banten," kata Sunedi.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasisa tersebut berlangsung disaat DPRD Banten tengah melaksanakan rapat paripurna istimewa HUT ke-12 Provinsi Banten di dalam gedung DPRD.

Sementara di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam sambutannya mengatakan, selama 12 tahun Banten menjadi provinsi, banyak prestasi dan kemajuan yang sudah dicapai diantaranya peningkatan PAD dari sebelumnya hanya Rp212 miliar pada 2001, meningkat menjadi Rp 2,98 triliun pada 2012. Selain itu, APBD Banten pada 2001 hanya sekitar Rp 490 miliar, meningkat pada 2012 menjadi Rp 4,13 triliun.

Ia juga mengatakan, angka kemiskinan di Banten terus menurun jauh dari rata-rata nasional, begitu juga dengan angka pengangguran terus menurun. Rasio elektrifikasi di banten pada tahun 2000 hanya 59 persen, meningkat pada 2012 menjadi 78,93 persen.

"Kami berharap Banten kedepan bisa lebih maju, pemerintah bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ini semua tentunya membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Banten," kata Ratu Atut chosiyah.(SUG)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil