Kamis, 24 April 2014
next next next
Rabu, 09 Januari 2013 — 10:30:15 WIB

Pekerjaan Jalan Amburadul, Kontrakan ?Nakal? Berkeliaran di Purwakarta

Purwakarta, SENTANAonline.com

PEKERJAAN Peningkatan jalan di Kabupaten Purwakarta disinyalir asal jadi (amburadul) karena dikerjakan oleh kontraktor nakal yang banyak berkeliaran di Purwakarta dan hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan yang sesuai RAB.

Temuan kekurangan volume pekerjaan peningkatan jalan Selaawi – Warung Kadu - Cirende desa Cirende Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta oleh bidang Pengawasan dan Pengendaliaan (Bid Wasdal)  Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta dialihkan oleh pihak kontraktor dengan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang jalan tersebut.

Proyek peningkatan jalan tersebut dikerjakan oleh CV. Mekar Wangi SGD, nilai proyek Rp 472.548.000, panjang jalan 680 meter dan lebar 3 meter anggaran yang bersumber dari APBD II.

Berawal dari temuan Bidang Wasdal tebal hotmix jalan tidak sesuai kontrak, namun masih dalam batas toleransi di atas 3,7 cm, sementara di dalam kontrak harusnya tebal jalan 5 cm. “Maka pihak Wasdal memutuskan kelebihan anggaran tersebut digunakan untuk pembuatan TPT karena sempitnya bahu jalan dan keputusan tersebut sudah mempertimbangkan berbagai hal termasuk aspek hukum yaitu Keppres tentang pengadaan barang dan jasa,” kata Kokom, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan pengairan Purwakarta kepada Sentana, Selasa (08/1).

“Proyek CV. Mekar Wangi SGD ditemukan kerusakan di pinggir jalan sudah retak-retak serta garis membentang di bahu jalan di sepanjang jalan, dan ini merupakan temuan baru setelah pengalihan sisa anggaran kekurangan volume pekerjaan,” tegas Kokon.

Saat akan dikonfirmasi, direktur CV. Mekar Wangi SGD Hj. Imas sulit ditemukan dipurwakarta karena berdomisili di kabupaten Subang.

Masih di desa Cirende, proyek peningkatan jalan sekitar 600 meter yang dikerjakan oleh CV. Dimensi Putra Mandiri juga sudah mengalami kerusakan di beberapa titik meskipun jalan tersebut baru berumur 5 bulan.

“Terkait kerusakan tersebut pihak Bina Marga sudah menginstruksi pihak kontraktor agar dilakukan perbaikan karena pekerjaan itu masih dalam tahap masa Pemeliharaan,” tambah Kokom.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan oleh pihak bina marga masih ditemukan banyak kerusakan kendatipun sudah diperbaiki oleh pihak kontraktor, seperti bekas tambalan hasil perbaikan kontraktor sudah rusak kembali karena hanya dilapis di atas aspal, kalau dikorek lebih dulu baru ditambal tidak akan terkelupas seperti saat ini.

“Panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP) telah melakukan kajian atas laporan dari kontraktor berdasarkan itulah pihak wasdal melakukan pemantuan ke lapangan dan membuktikan kerusakan jalan tersebut,” tutupnya.(REY)

0 Comments

Silahkan Login untuk Memberi Komentar Anda
clik here    POLLING

Siapa Cawapres Ideal Jokowi.?

Basuki TP. (Ahok)
Mahfud MD
Marsekal TNI Djoko Suyanto
Jenderal TNI Moeldoko
Tri Rismaharini (Risma)
Tidak Tahu

Lihat hasil